Breaking News:

Gibran-Bobby Unggul di Hasil Hitung Cepat, Rocky Gerung: Saya Apresiasi Kemampuan Pak Jokowi

Gibran dan Bobby Nasution bakal memimpin masing-masing di daerahnya selama lima tahun depan, yakni 2021 hingga 2025.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Kurniawati Hasjanah
Kolase via TribunSolo.com dan TribunMedan.com
Gibran-Selvi dan Bobby-Kahiyang saat mencoblos di TPS masing-masing, Rabu (9/12/2020). 

Pada pukul 16.09.12 WIB, kembali data masuk sudah 68,00 persen dengan tingkat partisipan 50,32 persen. Angka perolehan suara Akhyar - Salman 45,09 persen dan Bobby - Aulia 54,91 persen.

Meski demikian, kesuksesan anak dan menantu Presiden Jokowi ini dikritik oleh akademisi Rocky Gerung.

"Ada yang berbahagia karena dua pemenang Pilkada ada dalam satu keluarga. Orang menganggap Presiden Jokowi berhasil menjadi kepala keluarga yang baik, mampu mengurus keluarganya sehingga kekuasaan bisa diwariskan," ucap Rocky Gerung dilansir dari vlognya pada Kamis (10/12).

Baca juga: Siap Menghadapi Lembaran Baru, Begini Beda Persiapan Ayu Ting Ting-Adit dan Kalina-Vicky Prasetyo

Meski demikian, Rocky menyatakan, Jokowi gagal dalam memimpin negara karena sampai sekarang tak ada ucapan mengenai peristiwa di km 50 yang menewaskan pengikut Habib Rizieq Shihab.

Gibran Rakabuming - Bobby Nasution - Kaesang
Gibran Rakabuming - Bobby Nasution - Kaesang (INSTAGRAM @KAESANGP)

"Saya apresiasi kemampuan Pak Jokowi untuk mengakumulasi kekuasaan tetapi dia gagal mendistribusikan keadilan. Musti ada yang diapresiasi dan ada yang depresiasi," imbuh Rocky Gerung.

Lebih lanjut, Rocky Gerung menyatakan, SBY hingga Megawati gagal menempatkan anggota keluarganya ketika mereka berkuasa menjadi Presiden RI.

Baca juga: Keluarga Jokowi Diprediksi Menang di Pilkada 2020, Begini Beda Reaksi Lawan Gibran & Bobby Nasution

"Pak SBY, Ibu Megawati itu gagal semua, enggak berhasil menempatkan keluarganya ketika berkuasa. Jadi mereka harus belajar dari Jokowi. Dalam 3 hari ini seluruh dunia menghujat kita karena kegagalan kita mengelola demokrasi, bahkan untuk mempertahankan derajat manusia di depan dunia juga gagal."

"Bahkan Pak Jokowi tidak tahu kalau Indonesia jadi anggota DK PBB, sehingga SOPnya harus mengawasi hak asasi manusia. Tetapi di dalam negaranya sendiri ada pemburukan di demokrasi," jelas Rocky Gerung.

FOLLOW JUGA:

Rocky menilai, pemburukan di bidang demokrasi lantaran Jokowi mencetak rekor sebagai presiden yang memiliki anak dan menantu yang menjabat sebagai kepala daerah sekaligus.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved