Jelang Harbolnas 12.12, BKPN Minta Masyarakat Bijak Berbelanja

Johan mengatakan, sepanjang 2020 ini, banyak keluhan masyarakat yang masuk dan diterima BPKN.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
www.harbolnas.com
Ilustrasi Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bulan Desember penuh dengan semarak berbagai penawaran khusus.

Apalagi dengan adanya Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di tanggal 12 Desember atau 12.12.

Sudah menjadi kegiatan rutin bagi para pelaku e-commerce menyediakan berbagai diskon menarik bagi para pelanggan.

Menyambut hal ini, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengingatkan masyarakat lebih bijak dalam berbelanja sekaligus memperhatikan dengan detil berbagai tawaran yang diberikan dari para pelaku usaha di platform belanja online.

"Karena sepanjang 2020 ini, keluhan pengguna layanan e-commerce yang masuk ke BPKN adalah kedua terbesar di bawah sektor perumahan," kata  Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN Johan Effendi dalam keterangannya.

Johan mengatakan, sepanjang 2020 ini, banyak keluhan masyarakat yang masuk dan diterima BPKN.

Kata dia, keluhan pengguna layanan e-commerce yang masuk, adalah kedua besar di bawah sektor perumahan.

Hingga 30 November 2020, dari 295 pengaduan, BPKN telah memproses 206 pengaduan dimana 89 pengaduan berhasil diselesaikan dan hak konsumen dipulihkan.

“Keluhan konsumen pengguna layanan e-commerce yang masuk ke BPKN sebesar
23,11%, nomor dua di bawah keluhan terhadap sektor perumahan yang sebesar 39,92%. Jumlah pengaduan yang masuk berjumlah 295 pengaduan,” tuturnya.

Adapun berbagai keluhan yang masuk tersebut meliputi masalah refund, phising dengan pengambilalihan one time password (OTP), pembelian barang yang bermasalah, cashback yang tidak didapat, ada juga voucher yang tidak bisa digunakan, serta garansi yang tidak dipenuhi.

Karena itu, Johan mengingatkan agar konsumen cerdas dalam memanfaatkan ragam tawaran yang dipromosikan saat Harbolnas

Kendati begitu, BPKN mendukung penuh kegiatan Harbolnas dalam membangkitkan kembali perekonomian nasional di era digital yang terdampak akibat pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, juga diharapkan Harbolnas menjadi ajang mempromosikan dan memasarkan produk-produk nasional demi menggerakkan ekonomi masyarakat Indonesia secara lebih luas.

"Sesuai Peraturan Pemerintah No.80/2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, BPKN juga menggugah agar penyedia layanan e-commerce memberikan porsi yang besar bagi produk dalam negeri untuk dipasarkan dalam aplikasinya masing-masing."

Baca juga: Dulu Jajan Minta Ayah, Kini Dimas Ramadhan Tunjukkan Bakti Pada Orangtua: Sang Kakak Ucap Syukur

Baca juga: 6 Obat Tradisional Ini Berkhasiat Meredakan Asma Secara Alami, Apa Saja?

"Apalagi berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) tahun 2020 sebanyak 9,4 juta UMKM sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya," kata Ketua BPKN RI, Rizal E Halim menambahkan.

Baca juga: Dulu Jajan Minta Ayah, Kini Dimas Ramadhan Tunjukkan Bakti Pada Orangtua: Sang Kakak Ucap Syukur

"Untuk itu, konsumen perlu didorong agar juga bangga untuk membeli dan menggunakan produk hasil karya negeri sendiri,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved