Breaking News:

Korban Mutilasi di Saluran Irigasi

Psikolog Forensik Terkait Mutilasi yang Dilakukan Manusia Silver: Statusnya Korban dan Pelaku

Psikolog forensik menilai AYJ sebenarnya juga sebagai korban dan layak mendapatkan perlindungan dari negara.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
TKP rumah tersangka pelaku mutilasi di Kampung Pulo Gede, Jakasampurna, Kota Bekasi, Kamis (10/12/2020), Kamis (10/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Psikolog Forensik, Reza Indragiri, menanggapi kasus mutilasi yang dilakukan manusia silver, AYJ (17).

Polisi mengatakan modus AYJ mutilasi korban, DS (24), lantaran dipaksa melakukan sodomi berulang kali.

Karenanya, Reza menilai DS merupakan penjahat seksual lantaran AYJ masih di bawah umur.

"Pemutilasi masih berusia anak-anak, dia membunuh karena dipaksa melakukan kontak seks berulang kali," kata Reza, saat dihubungi, Jumat (11/12/2020).

"Berarti korban kejahatan seksual. Kata Presiden Jokowi, kejahatan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa," lanjutnya.

Reza juga menilai AYJ sebenarnya juga sebagai korban dan layak mendapatkan perlindungan dari negara.

"Kalau begitu, alih-alih berstatus sebagai pelaku, boleh jadi dia (AYJ) adalah korban," jelas Reza

"Korban kejahatan luar biasa dan korban kejahatan seksual, mengacu Undang-Undang Perlindungan Anak, harus mendapat perlindungan khusus," lanjutnya.

Menurut Reza, status korban sebaiknya disematkan juga terhadap AYJ. 

"Anggaplah dia (AYJ) berstatus ganda, pelaku sekaligus korban. Hemat saya, status korbannya didahulukan," tutur dia.

"Ini kasus bukan hanya urusan polisi. Setidaknya KPPPA, LPSK, dan KPAI harus turun tangan," lanjutnya.

Baca juga: Remaja Pemutilasi di Bekasi Masih Simpan Satu Potongan Tubuh Korban, Dibungkus Plastik 3 Lapis

Baca juga: Selain Mutilasi, Remaja 17 Tahun Jual Motor Korban Setelah Buang Jasadnya Demi Modal Pelarian

Baca juga: Ingin Dapat Gratis Ongkos Kirim Saat Belanja Kebutuhan Sehari-hari via Online? Begini Caranya

Diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Polres Metro Bekasi Kota dan Resmob Polda Metro Jaya meringkus pelaku pemutilasi berinisial AYJ (17), di Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (9/12/2020).

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal, mengatakan pelaku sehari-hari bekerja sebagai pengamen manusia silver.

"Tersangka sudah ditangkap, sehari-hari bekerja sebagai pengamen manusia silver," kata Alfian, saat dikonfirmasi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved