Breaking News:

PT Angkasa Pura dan BNPT Koordinasi Antisipasi Radikalisme dan Terorisme di Bandara

PT Angkasa Pura II dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meningkatkan koordinasi terkait aspek keamanan bandara.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Aktivitas penerbangan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang berangsur normal, Rabu (11/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - PT Angkasa Pura II dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meningkatkan koordinasi terkait aspek keamanan bandara.

Khususnya dalam rangka mencegah radikalisme dan terorisme.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, pencegahan dan penanggulangan keadaan yang membahayakan bandara dan publik di bandara dilakukan secara pendekatan keamanan internal dan eksternal.

Hal tersebut pun menjadi fokus pihaknya gu a mendukung kelancaran operasional bandara serta penerbangan.

"Keamanan adalah fokus utama, dan sejalan dengan itu PT Angkasa Pura II selalu meningkatkan dan memperbarui prosedur serta fasilitas untuk memastikan keamanan dan mencegah aksi teror seperti misalnya di Bandara Soekarno-Hatta," jelas Awaluddin, Jumat (11/12/2020).

Menurutnya, Bandara Soekarno-Hatta saat ini sudah dilengkapi fasilitas keamanan setara dengan bandara-bandara internasional lain di dunia.

Seperti, CCTV dengan kemampuan analytics, Baggage Handling System (BHS) Level 5 di Terminal 3 yang dapat mendeteksi bahan peledak. Lalu, baru saja didatangkan penahan ledakan (explosive containment) dengan advanced technology yang pertama digunakan di bandara Indonesia, diberi nama Nakula.

Teknologi Airport Security Web juga sudah diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta.

"Teknologi ini dapat memonitor operasional personel Aviation Security secara digital," sambung Awaluddin.

Ia melanjutkan, fasilitas-fasilitas tersebut merupakan salah satu upaya PT Angkasa Pura II dalam melakukan antisipasi, pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme secara eksternal, yaitu dengan melakukan upaya mitigasi ancaman terhadap sarana dan prasarana bandara.

Pengamanan secara eksternal terkait dengan posisi bandara sebagai objek vital negara sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 63/2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 72/2004 tentang Objek Vital Transportasi, Pos dan Telekomunikasi.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Fasilitas Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru 2021

Baca juga: 300 Hewan Impor Berhasil Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Terbanyak Selama Pandemi Covid-19

Baca juga: 6 Obat Tradisional Ini Berkhasiat Meredakan Asma Secara Alami, Apa Saja?

Adapun pengamanan bandara sebagai obyek vital negara selain dilakukan oleh Avsec juga turut didukung sinergitas TNI dan Polri.

"Penegakan hukum dan aspek pengamanan bandara sebagai objek vital harus dijaga, karena apabila tidak kondisi ini akan sangat mempengaruhi reputasi negara sekaligus reputasi Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara internasional," ucap Awaluddin.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved