Breaking News:

Tak Akan Mudah Diintervensi, Bawaslu Pelototi Perhitungan Suara di Sumbawa

Rahmat mengatakan, Bawaslu RI meminta, agar KPUD dan Bawaslu setempat untuk menindaklanjuti setiap laporan yang diterimanya.

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisioner Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengingatkan para penyelenggara pemilu di Pilkada Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk bersikap profesional, independen dalam melakukan rekapitulasi suara.

Rahmat mengatakan, Bawaslu RI meminta, agar KPUD dan Bawaslu setempat untuk menindaklanjuti setiap laporan yang diterimanya.

“Kami akan mengawasi penuh itu. Jangan mudah diintervensi sama orang lain,” kata Rahmat kepada wartawan, Sabtu (12/12/2020).

Perhitungan suara di Sumbawa, ditegaskan sudah mendapatkan perhatian dari Bawaslu sejak awal.

Bahkan, kata Rahmat, sempat ada beberapa wilayah di Kabupaten Sumbawa yang mendapatkan atensi khusus dari Bawaslu setempat.

“Iya tetap diproses, bahkan atensi oleh Bawaslu Sumbawa. Jadi perhatian”, katanya.

Berdasarkan data Sirekap KPU sementara, Sabtu (12/12/2020) sore, dua paslon bersaing ketat.

Paslon nomor urut 5, Syarafuddin Jarot dan Mokhlis (Jarot-Mokhlis) sementara unggul dengan 25.0 persen.

Sementata paslon Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany (Mo-Novi) memperoleh 24,5 persen.

Terpisah, Komisioner KPU RI Hasyim Asyari mengatakan, jika ada laporan kesalahan data dalam rekapituliasi suara, maka keberatan atau laporan-laporan bisa langsung dikoreksi di KPU setempat dengan mekanisme yang ada.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved