Breaking News:

Pilkada Kota Tangsel

Jawab Kekhawatiran Keponakan Prabowo ASN Pendukungnya Dipecat, Benyamin Pastikan Kinerja Jadi Ukuran

Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu mewanti-wanti bahwa jangan sampai ada diskriminasi terhadap siapapun, termasuk Aparatur Sipil Negara

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
Jaisy / Tribun Jakarta
Calon Wakil Wali Kota Rahayu Saraswati di Mapolres Tangsel, Selasa (10/11/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, angkat bicara terkait pernyataan Calon Wakil Wali Kota Tangsel nomor urut 1, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Benyamin yang juga mencalonkan diri menjadi calon wali kota bersama Pilar Saga Ichsan, unggul pada hitung cepat Pilkada Tangsel

Hasil penghitungan KPU sementara pun menunjukkan hasil serupa.

Baca juga: Pesan Saraswati Kepada Benyamin-Pilar: Jangan Menghukum Mereka yang Memilih Paslon Lain

Atas dasar itu, Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu mewanti-wanti bahwa jangan sampai ada diskriminasi terhadap siapapun, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memilih selain pasangan Benyamin-Pilar.

"Janganlah menghukum mereka yang telah memilih paslon yang lain dengan memecat mereka dari jabatan mereka. Namun, tunjukkan pada mereka dan Indonesia bahwa anda dapat memberi ruang untuk siapapun yang berbeda pandangan dari anda untuk turut serta membangun Tangsel," ujarnya. 

Menanggapi hal itu, Benyamin Davnie tegas mengatakan bahwa kinerjalah yang menjadi ukuran dalam mengapresiasi atau menghukum ASN dan pegawai Pemkot Tangsel secara keseluruhan.

"Kalau kinerjanya bagus tentunya ya Alahamdulillah, tapi kalau kinerjanya buruk, walaupun dia mendukung saya atau seperti apa gitu ya, ya mohon maaf, saya akan tegakan aturan saja," tegas Benyamin di Kantor Pemkot Tangsel.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel, Apendi. 

Apendi mengatakan, seluruh ASN harus netral dari politik.

"Penekanan dari kita adalah, setiap ASN harus netral esuai aturan dan ketentuannya, kita sih gitu saja," ujar Apendi di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Senin (14/12/2020).

Apendi juga menjelanskan, kinerja menjadi ukuran utama dalam menilai seorang ASN.

"Pokoknya kita lihat kerja ASN, kan kita sudah membuat surat edaran berkali-kali Bu Wali kepada seluruh ASN. Intinya ASN tidak berpolitik, tugas kita melayani masyarakat dan bekerja dengan baik," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved