Breaking News:

Menjelang Natal, Ini Ketentuan Beribadah di Gereja Katedral Saat Pandemi Covid-19

Gereja Katedral memberikan ketentuan beribadah di saat pandemi Covid-19, Paroki yang telah memenuhi protokol kesehatan diperbolehkan Misa offline.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta/Leo Permana
Gereja Katedral memberikan ketentuan beribadah di saat pandemi Covid-19, Paroki yang telah memenuhi protokol kesehatan diperbolehkan Misa offline. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Umat Kristen di Indonesia akan merayakan Natal pada Jumat, 25 Desember 2020.

Mereka akan merayakan Natal saat pandemi Covid-19.  

Untuk itu, pihak Gereja Katedral memberikan ketentuan beribadah di saat pandemi Covid-19

Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Romo Adi Prasojo, menjelaskan pihaknya telah menerima Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor SE.23 Tahun 2020.

Yakni berisi tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19, serta mengamati perkembangan penyebaran virus Covid-19 yang cenderung meningkat.

Maka dikeluarkan Surat Keputusan Nomor 763/3.5.1.2/2020 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).

Romo Adi menuturkan, Paroki yang telah memenuhi persyaratan (protokol kesehatan) diperbolehkan menambah jumlah Misa offline. 

Baca juga: Jokowi Tanggapi Kasus FPI dan Rizieq Shihab, Rocky Gerung: Saya Amati Bahasa Tubuh Beliau

"Paroki yang sudah memenuhi persyaratan diperbolehkan menambah jumlah Misa offline," kata Romo Adi, dalam keterangan resminya kepada TribunJakarta.com, Senin (14/12/2020).

"Dengan dua kali Misa offline di 24 Desember 2020 dan dua kali Misa offline pada 25 Desember 2020," lanjut Romo Adi.

Dia mengatakan, Misa offline akan berlangsung pada pukul 11.00 WIB dan dipimpin Uskup Ignatius Kardinal Suharyo.

Uskup Ignatius Kardinal Suharyo akan memimpin dari Gereja St Perawan Maria Diangkat ke Surga - Paroki Katedral Jakarta (untuk umat Paroki katedral) dan disiarkan langsung KAJ/TVRI.

Baca juga: Hari Ini, Rizieq Shihab Ajukan Praperadilan di PN Jakarta Selatan

"Jumlah umat Paroki maksimum diperbolehkan hadir dalam satu kali Misa offline," tambah Romo Adi.

"Ini sesuai dengan jumlah yang diberikan di SK (Surat Keputusan) penyelenggaraan Misa offline dan pelayanan sakramen lainnya," tutup Romo Adi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved