Breaking News:

Natal dan Tahun Baru 2021

Antisipasi Ledakan Covid-19, Pemprov DKI Batasi Perayaan Natal dan Larang Pesta Tahun Baru

Koordinasi dilakukan agar perayaan Natal 2020 digelar sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Tribunnews/Irwan Irawan
Ilustrasi Perayaan Tahun Baru 2019 di Bundaran HI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jelang perayaan Natal 2020, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pemuka agama nasrani.

Koordinasi dilakukan agar perayaan Natal 2020 digelar sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Kami terima kasih kepada pimpinan agama Kristen dan Katolik yang terus berkoordinasi dan menyambut baik perayaan Natal 2020 dengan membatasi jumlah (jemaat) yang hadir," ucapnya, Selasa (15/12/2020).

Sesuai dengan arahan dari Kementerian Agama, umat kristiani di DKI bisa merayakan natal di gereja.

Namun, jumlah jemaat yang hadir bakal dibatasi agar penularan Covid-19 bisa diminimalisir.

"Kami mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Perayaan Natal tetap diadakan di rumah ibadah dengan melaksanakan protokol kesehatan," ujarnya di DPRD DKI.

Kondisi berbeda diterapkan Pemprov DKI untuk perayaan tahun baru, di mana pemerintah tak mengizinkan adanya pesta malam pergantian tahun.

Pasalnya, kerumunan saat perayaan pergantian dikhawatirkan memicu ledakan kasus Covid-19.

"Kami minta tidak ada kegiatan perayaan tahun baru yang tidak sesuai dengan aturan PSBB transisi," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved