Breaking News:

Pilkada Kota Depok

Dugaan Politik Uang Pilkada Depok 2020 Berhenti di Sentra Gakkumdu, Bawaslu: 4 Saksi Tak Mau Bicara

Dugaan politik uang yang terjadi dalam Pilkada Kota Depok 2020 dihentikan di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini, saat dijumpai wartawan di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Selasa (15/12/2020). Dugaan politik uang yang terjadi dalam Pilkada Kota Depok 2020 dihentikan di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI –  Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok, Luli Barlini, mengungkapkan, proses dugaan politik uang yang terjadi dalam Pilkada Kota Depok 2020 dihentikan di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

“Yang money politic baru saja diserahkan salah satu kubu ke kami itu progresnya dihentikan di Sentra Gakkumdu pembahasan ke-dua karena kami tidak bisa mengklarifikasi para saksi,” jelas Luli di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Kota Depok, Selasa (15/12/2020).

Lebih lanjut, Luli mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada empat saksi dugaan politik uang tersebut.

Bahkan, pihaknya hingga menyambangi kediaman para saksi lantaran tak memenuhi panggilan.

Namun demikian, ke-empat saksi tersebut tetap menolak memberikan keterangannya tanpa satu pun alasan.

“Saksi ada empat. Sudah dipanggil bersurat, sudah kita datangi yang bersangkutan, di sentra Gakkumdu proses pembahasan kemarin sudah pemanggilan ke berapa kali saksinya tidak mau bicara. Alasannya gak mau saja katanya,” ungkapnya.

Baca juga: Puluhan Massa FPI Unjuk Rasa di Polres Tangerang Selatan, Tuntut Rizieq Shihab Dibebaskan

Sekedar informasi, temuan dugaan politik uang ini terjadi di Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Kota Depok, dua hari sebelum pencoblosan pada rabu (9/12/2020) beberapa hari yang lalu.

Seorang warga yang tak disebut identitasnya, melaporkan bahwa ia menerima empat lembar amplop untuk keluarganya.

Satu diantara empat  amplop tersebut berisi uang tunai sebesar Rp 30 ribu, dengan rincian satu lembar uang pecahan Rp 20 ribu, dan dua lembar uang pecahan Rp 5 ribu.

Baca juga: Iba dengan 2 Pelaku Pemukulan, Ini Alasan Lurah Cipete Utara Tak Cabut Laporan Polisi

Saat menerima amplop ini, warga tersebut mengaku mendapat arahan untuk mencoblos pasangan nomor urut 02.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved