Breaking News:

Komnas PA: Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Indonesia di Level Abnormal

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia kini tidak lagi berada di tahap darurat.

TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Ketua Komnas PA Aris Merdeka Sirait saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Senin (25/11/2019). Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia kini tidak lagi berada di tahap darurat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia kini tidak lagi berada di tahap darurat.

Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi kini sudah di tahap abnormal atau di luar normal.

Ini berdasar kasus kekerasan terhadap anak yang dicatat Komnas PA hingga akhir tahun 2020, yakni sebanyak 2.729 kasus dengan 52 persen kekerasan seksual.

"Kasus sudah tidak lagi di posisi darurat, tapi sudah abnormal. Jika situasi darurat adalah situasional, kalau kondisi abnormal yakni kondisi ysng tidak terbayangkan dan tak terpikirkan Kasus sudah tidak lagi," kata Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Selasa (15/12/2020).

Dia mencontohkan banyaknya kasus gang rape atau perkosaan yang dikemudikan lebih dari satu orang, kasus ini dilaporkan terjadi di sejumlah daerah Indonesia.

Kasus abnormal lain sosok ibu yang sebelumnya dikenal menyayangi anak justru menjadi pelaku kekerasan terhadap anak, bahkan hingga merenggut nyawa.

Baca juga: Cerita Sumiyati, Kenalkan Makanan Tradisional ke Kaum Milineal:Wajik Khas Bandung Hingga Akar Kelapa

"Fakta lain kasus persetubuhan sedarah, biasanya dilakukan ayah kandungnya. Namun ada seorang ibu di Sukabumi menjadi pelaku kejahatan seksual insest terhadap dua anak laki-laki kandungnya," ujarnya.

Sirait menuturkan jika kasus serupa berlanjut tanpa ada penanganan khusus dari pemerintah dan masyarakat maka Indonesia di ambang Lost Generation.

Yakni istilah untuk menggambarkan suatu kelompok manusia dengan rentang usia tertentu yang kurang mampu sebagai  akibat pengalaman generasinya. 

Baca juga: Bupati Bekasi Sebut Pembayaran Proyek WC Ratusan Juta Bisa Disesuaikan Setelah Rampung

Kata lost generations sendiri kerap digunakan dalam dunia kesehatan untuk menunjukkan buruknya asupan gizi yang didapat anak dalam rentan waktu tertentu.

"Lebih parahnya fakta abnormal dianggap  masyarakat sesuatu yang biasa. Demikian juga di mata para penegak hukum, situasi dianggap sebagai tindak pidana biasa. Sikap itu juga merupakan sikap abnormal," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved