Breaking News:

Pilkada Kota Depok

Duka Dibalik Ingar Bingar Pilkada Depok 2020, Seorang Petugas TPS Gugur karena Sakit Maag

Dibalik ingar bingar gelaran Pilkada Kota Depok 2020, terselip kisah duka pada hari pencoblosan, Rabu (9/12/2020).

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kota Pilkada Depok 2020 di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Kota Depok, pada Selasa (15/12/2020). Dibalik ingar bingar gelaran Pilkada Kota Depok 2020, terselip kisah duka pada hari pencoblosan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Dibalik ingar bingar gelaran Pilkada Kota Depok 2020, terselip kisah duka pada hari pencoblosan.

Seorang petugas tempat pemungutan suara (TPS) meninggal dunia setelah berjibaku pada hari pencoblosan pada Rabu (9/12/2020)

Seorang petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bernama Wahyudin, tutup usia setelah bekerja keras demi kelancaran Pilkada di wilayahnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok, Luli Barlini, mengatakan, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit maag akut.

"Ada PTPS satu orang karena memang dia mungkin tidak sarapan atau makan sehingga lambungnya sakit," kata Luli dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/12/2020).

"Memang punya sakit lambung. Di TPS 42 Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, atas nama Wahyudin," sambungnya lagi.

Luli mengatakan, yang bersangkutan menolak keras dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Punya maag akut, dan dia tidak mau ke Rumah Sakit," jelasnya.

Saat ini, almarhum pun telah dikebumikan dan Kota Depok telah memiliki pemimpin baru, yang merupakan calon petahana.

Baca juga: Pemkot Jakarta Utara Pastikan Tidak Ada Kegiatan di Ancol Saat Malam Tahun Baru 2021

Baca juga: Pencairan BLT Subsidi Gaji Cair hingga Bulan Desember, Login di sso.bpjsketenagakerjaan.go.id

Diketahui, Selasa, (15/12/2020) kemarin KPU Kota Depok telah menetapkan pasangan calon nomor urut 02 Mohammad Idris-Imam Budi Hartono jadi pemenangnya.

Mohammad Idris-Imam Budi Hartono unggul dengan 55,54 persen suara, sementara rivalnya Pradi Supriatna-Afifah Alia kalah dengan perolehan 44,46 persen suara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved