Breaking News:

Dukung Industri Kreatif, Astragraphia Jangkau 415 Pelaku UMKM

Pelaku UMKM di industri kreatif perlu didukung untuk dapat bertahan, berjuang, dan berhasil melewati masa pandemi yang sulit.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Freepik
Ilustrasi UMKM 

TRIBUNJAKARTA.COM - Industri kreatif mengalami masa sulit akibat pandemi Covid-19, padahal industri kreatif banyak digeluti oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Berdasarkan data BPS, ada sekitar 82,80 persen pelaku UMKM yang pendapatannya turun saat pandemi.

Astragraphia, sebagai perusahaan publik yang fokus pada ruang lingkup bisnis layanan printing dan digital, melanjutkan komitmen untuk dukung pertumbuhan industri kreatif dengan menempatkan “Kewirausahaan” sebagai pilar baru kontribusi sosial perusahaan di tahun 2020.

Pilar kontribusi sosial “Kewirausahaan” diwujudkan melalui Program Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif (Kelas ASIK) dengan tujuan menjadikan produk para pelaku usaha mikro dan kecil di industri kreatif berdaya saing, go-online, dan naik kelas.

"Saya yakin dengan produk yang berkualitas dan ditambah dengan kemasan produk yang unik, modern, dan berkelas, akan melipatgandakan nilai sebuah produk kreatif sehingga dapat berkompetisi di pasaran," ucap Yuana Rochma Astuti, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam konferensi pers virtual pada Selasa (15/12). 

Baca juga: Hasil Liga Inggris: Sempat Unggul, Chelsea Tersungkur di Kandang Wolverhampton

Adapun Melinda Pudjo Chief of Corporate Communications Astragraphia menjelaskan, semangat dan komitmen Astragraphia untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif di Indonesia telah dimulai dari beberapa tahun terakhir melalui sejumlah workshop dan roadshow mengenai kemasan kreatif dan desain grafis yang dilakukan dari kota ke kota.

FOLLOW JUGA:

"Di tahun pertama program ini, Astragraphia telah menjangkau 415 pelaku usaha mikro dan kecil yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali yang memiliki omzet mulai dari 2 juta hingga 40 juta rupiah perbulannya," tegasnya. 

Selain itu program Kelas ASIK juga mempublikasikan profil bisnis pelaku usaha mikro dan kecil secara gratis melalui media komunikasi Astragraphia www.ofiskita.com, dan memfasilitasi mereka untuk mencetak berbagai materi promosi usahanya cukup dari rumah masing-masing melalui platform online printing www.printqoe.com.

Novi Kurnia Setiawati Founder Abon Cap Koki dan Peserta Kelas ASIK Batch 1 mengatakan, edukasi dari Astragraphia memberikan wawasan baru untuk berkreasi menciptakan kemasan yang menarik untuk produk abon.

Baca juga: 5 Obat Tradisional Berkhasiat Meredakan Sesak Napas saat Kambuh, Apa Saja?

Pengenalan teknologi digital printing membuat saya memiliki pilihan untuk mencetak personalisasi stiker/label berkualitas tinggi dalam jumlah yang fleksibel sesuai kebutuhan.

"Selain itu, fasilitas publikasi profil usaha di kanal digital OFiSKITA milik Astragraphia membantu saya dalam memperluas pasar. Saya harap Astragraphia terus mendukung kami pelaku usaha mikro dan kecil yang bergerak di industri kreatif,' imbuh Novi. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved