Terancam Dipecat Hingga Dipolisikan, Oknum Guru SMPN 250 Cipete Minta Maaf ke Megawati

Oknum guru pembuat soal 'Mega ejek Anies' dalam ujian sekolah di SMPN 250 Cipete, Jakarta Selatan mengaku menyesali perbuatannya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Sukirno, oknum guru SMPN 250 Cipete, Jakarta Selatan (kanan) pembuat soal Anies-Mega saat bertemu dengan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Rabu (16/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Oknum guru pembuat soal 'Mega ejek Anies' dalam ujian sekolah di SMPN 250 Cipete, Jakarta Selatan mengaku menyesali perbuatannya.

Setelah terancam dipecat hingga dipolisikan, akhirnya oknum guru bernama Sukirno itu menyampaikan permintaan maafnya terhadap Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri.

Dalam soal ujian tersebut, Sukirno memang tak menjelaskan latar belakang nama Mega.

Namun, nama Anies disebutnya sebagai gubernur yang memenangi pemilihan umum pada 2017 lalu.

Masyarakat pun beropini nama Mega yang dimaksud ialah Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan.

"Kepada ibu Megawati selaku presiden kelima saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas opini yang berkembang di masyarakat yang tidak menyenangkan," ucapnya, Rabu (16/12/2020).

Selain itu, oknum guru yang mengajar pelajaran agama ini pun turut menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: Menikmati Sensasi Negeri di Atas Awan Versi Balangan

Pasalnya, soal ujian sekolah yang dibuatnya ternyata menimbulkan kegaduhan.

"Kepada Gubernur DKI pak Anies saya minta maaf karena buat kegaduhan di masyarakat DKI. Akhirnya saya sampaikan maaf sebesar-besarnya, semogga semua pihak dapat memaafkan," ujarnya.

Sukirno bersama Kepala Sekolah SMPN 250 Cipete dan juga Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana hari ini kembali mendatangi gedung DPRD DKI.

Mereka bertemu dengan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang sebelumnya mengancam bakal mempolisikan Sukirno lantaran dianggap melakukan provokasi dan mendoktrin anak sekolah.

"Saya menyampaikan penyesalan yang mendalam atas apa yang saya lakukan, terutama dalam penyusunan naskah soal," kata dia.

Baca juga: Arti Mimpi Membeli Mobil Mewah: Pertanda Baik, Akan Datang Rezeki yang Bisa Rubah Hidup Anda

Ancaman pemecatan Sukirno sendiri disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Sebab, sanksi berupa teguran yang diberikan Dinas Pendidikan DKI dianggap masih terlalu ringan.

"Saya sudah minta diberi sanksi lain, sedang dipelajari, diantaranya tidak lagi dipekerjakan di SMPN 250," tuturnya di Balai Kota.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved