Breaking News:

Pilkada Kota Tangsel

Bakal Ajukan Gugatan ke MK, Saksi Muhamad-Saraswati Klaim Belum Ada Pemenang di Pilkada Kota Tangsel

Drajat yang juga politikus PDI Perjuangan itu, tegas menyatakan bahwa belum ada pemenang di Pilkada Tangsel 2020.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
 Juru Bicara Timses Partai Koalisi Muhamad-Saraswati, Drajat Soemarsono, yang menjadi saksi pada rapat pleno rekapitulasi suara dan penetapan penghitungan suara Pilkada Tangsel, di Hotel Grand Zuri, Serpong, pada Rabu (17/12/2020). 

"Kami keberatan-keberatan terhadap proses pemilihan wali kota ini akan kita sampaikan besok. Mulai dari money politic, keterlibatan birokrasi, keterlibatan penyelenggara kepada salah satu pasangan calon, kita akan sampaikan besok pada form keberatan sebelum penetapan," ujarnya.

Pada saat rapat pleno berlangsung, saksi paslon nomor 1 menyampaikan interupsi berkali-kali.

Sejumlah permasalahan menjadi sorotan, dari mulai tentang pemusnahan surat suara, hingga data daftar pemilih tambahan (DPTb) di sejumlah TPS.

Rentetan interupsi dan perdebatan yang dilontarkan saksi paslon 1 juga yang membuat rapat pleno berlangsung lebih dari satu hari.

Seperti diketahui, terkait hasil Pilkada Tangsel 2020,  Benyamin-Pilar dinyatakan memperoleh suara terbanyak versi hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Tidak hanya itu, KPU melalui sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) juga sudah menyebutkan perolehan suara paslon nomor tiga yang paling tinggi dengan 235.656 suara, atau 40,9% dari total suara sah yang dihitung.

Sedangkan paslon nomor 1 memperoleh 204.930 suara, atau 35,66%. Sedangkan, paslon nomor urut 2, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, berada di posisi bontot dengan 135.122 suara atau 23.5%.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved