Natal dan Tahun Baru 2021

GBI Mawar Saron Pastikan Gelar Ibadah Natal Secara Daring

Gereja Bethel Indonesia (GBI) Mawar Saron di Jalan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, bakal menggelar ibadah Natal secara daring.

(TribunJakarta.com/Afriyani Garnis)
Gereja Bethel Indonesia Mawar Saron di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (24/11/2018). Terbaru, ibadah Natal 2020, GBI Mawar Saron akan menggelarnya secara daring atau live streaming. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Gereja Bethel Indonesia (GBI) Mawar Saron di Jalan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, bakal menggelar ibadah Natal secara daring.

Digelarnya ibadah Natal secara daring nantinya tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Koordinator Sekuriti GBI Mawar Saron, Ady Akarius menuturkan, penerapan ibadah secara daring ini sudah berjalan sejak Maret 2020, terutama sejak adanya pandemi.

"Jadi kami di GBI Mawar Saron untuk sementara live streaming aja ibadahnya," ucap Ady saat ditemui di lokasi pada Kamis (17/12/2020) sore.

Ibadah Natal di gereja tersebut nantinya disiarkan langsung lewat akun YouTube GBI Mawar Saron TV.

Ibadah secara daring dalam peringatan Natal dan Tahun Baru 2021 akan digelar dalam empat hari di GBI Mawar Saron.

Ibadah malam Natal digelar tanggal 24 Desember, hari Natal pada 25 Desember, malam Tahun Baru tanggal 31 Desember, serta ibadah Tahun Baru pada 1 Januari 2021.

"Tanggal 24 ibadah sekali jam 6 sore, tanggal 25 ibadah empat kali (jam 6 pagi, 9 pagi, 1 siang, dan jam 5 sore. Malam Tahun baru satu kali ibadah jam 6 sore, dan Tahun Baru dua kali ibadah, jam 9 pagi dan jam 5 sore," papar Ady.

Dalam prosesnya, nantinya ada sekitar 20-30 orang yang akan datang ke gereja.

Puluhan orang itu terdiri dari pendeta, penatua, pemusik, serta para pelayan lainnya yang akan bertugas dalam tiga hari tersebut.

Sementara itu jemaat tidak diperbolehkan datang untuk beribadah di gereja melainkan bisa mengikutinya lewat siaran langsung.

"Semua lewat live streaming aja, ibadahnya di greja hanya 30 orang, tanpa jemaat. 30 orang itu pelayannya saja pemain musik, singer sama pendetanya saja," ucap Ady.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved