Institut Sains dan Teknologi Nasional Gelar Workshop Preseptor Profesi Apoteker Bersama APTFI
Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) bersama Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) menyelenggarakan Workshop Preseptor Profesi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan kualitas pembimbing mahasiswa di tempat kerja praktek profesi apoteker, Program Studi Profesi Apoteker Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) bersama Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) menyelenggarakan Workshop Preseptor Profesi Apoteker.
Kegiatan workshop preceptor ini dirancang sebagai acuan standar bagi para pembimbing mahasiswa di tempat Praktik Kerja Profesi (PKP).
Preceptor memberikan sarana yang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik serta membantu menurunkan kecemasan bagi lulusan baru yang memasuki dunia kerja.
Melalui praktik preseptorship yang baik, diharapkan lulusan profesi apoteker akan meningkat kualitas dan professionalitas kerja yang dilakukannya.
Kegiatan yang dilakasanakan selama tiga hari pada 30 November, 2 sampai 3 Desember 2020 ini diikuti oleh 132 preceptor yang berasal dari Rumah Sakit, Pemerintahan, Industri farmasi dan Apotek se-Indonesia.
"Kegiatan workshop preceptor yang diadakan secara nasional ini sebagai Langkah awal menyamakan persepsi para apoteker pembimbing lapangan agar sejalan dengan kurikulum PSPA, capaian pembelajaran Profesi Apoteker dan blue print UKAI," kata Rektor ISTN Dr. Dra. Lili Musnelina, M.Si.,Apt saat memberikan sambutan.
Workshop yang dilaksanakan secara daring ini diisi oleh para pemateri handal di bidangnya, diantaranya Prof. Dr. Apt. Agung Endro Nugroho, M.Si (UGM) ; Prof. Dr. Apt. Umi Athiyah, M.Si (UNAIR) ; Prof. Dr. Apt. Dyah Aryani Perwitasari, Ph.D (UAD) ; Dr. Apt. Mahdi Jufri,M.Si (UI) ; Dra. Alfina Riyanthi, M.Pharm. Apt. (RS. Fatmawati/ISTN) ; Prof. Dr. Apt. Satibi, M.Si (UGM).
Workshop ditutup oleh Dekan Fakultas Farmasi ISTN, Dr. Refdanita, M.Si., Apt.
Dalam sambutannya Refdanita mengungkapkan bahwa workshop ini akan meningkatkan kualitas bimbingan pada mahasiswa sehingga mencapai kompetensi lulusan profesi apoteker yang baik.
“Karena preseptornya memiliki kompetensi praktik kefarmasian, menguasai asuhan kefarmasian yang komprehensif dan mampu melaksanakan bimbingan sesuai bidangnya, diharapkan lulusan profesi apoteker akan meningkat kualitasnya,” kata Refdanita.
Refdanita juga menyampaikan rasa bangganya atas workshop preceptor ini karena ini merupakan workshop pertama yang diadakan oleh APTFI dan bekerja sama dengan ISTN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/istn.jpg)