Breaking News:

Natal dan Tahun Baru 2021

Terminal Pulo Gebang Belum Alami Lonjakan Penumpang

Tidak ada lonjakan penumpang di Terminal Pulo Gebang jelang berlakunya syarat rapid test antigen atu tes rapid antigen

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ilustrasi. Area keberangkatan penumpang di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Hari terakhir keberangkatan penumpang tanpa syarat rapid test antigen atu tes rapid antigen pada Kamis (17/12) tak membuat lonjakan penumpang di Terminal Pulo Gebang.

Meski pada Jumat (19/12) Pemprov DKI mewajibkan hasil rapid test antigen jadi syarat keberangkatan calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Kasatpel Operasional dan Kemitraan Terminal Terpadu Pulo Gebang, Afif Muhroji mengatakan tak ada lonjakan penumpang menjelang pemberlakuan aturan.

"Karena hingga Kamis (17/12) siang baru diberangkatkan 96 bus dengan jumlah penumpang 677 orang yang menuju luar Jakarta," kata Afif saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (17/12/2020).

Data pasti jumlah keberangkatan pada 17 Desember memang baru diketahui pada Kamis malam, namun angka sementara 677 menunjukkan ketiadaan lonjakan.

Baca juga: Pemkot Depok Larang Warga Rayakan Malam Pergantian Tahun

Pasalnya jumlah keberangkatan normal saat hari kerja di Terminal Terpadu Pulo Gebang sebelum pandemi Covid-19 melanda berkisar 2-3 penumpang per hari.

Sementara setelah pandemi Covid-19 saat harga tiket bus naik karena ada pembatasan penumpang, keberangkatan per harinya berkisar 1.000 penumpang.

"Pada Rabu (16/12), jumlah keberangkatan penumpang sebanyak 1.132. Dari data itu kami menyebut hingga saat ini kami anggap (keberangkatan penumpang) masih stabil," ujarnya.

Baca juga: Helikopter Mendarat di Lapangan HW Beji Depok, Ini Penjelasan Polisi

Baca juga: 10.503 Titik di Jakarta Timur Telah Disemprot Disinfektan

Hasil rapid test antigen bahwa warga yang melakukan perjalanan negatif terjangkit Covid-19 jadi syarat menempuh perjalanan menggunakan transportasi umum.

Syarat rapid test antigen bagi pengguna transportasi umum melakukan perjalanan ini beda dengan sebelumnya yang memberlakukan rapid test antibodi.

Rapid test antigen dipilih jadi syarat karena sensitivitas dalam deteksi Covid-19 lebih baik dibanding rapid test antibodi, pun hasilnya tak seakurat tes swab RT-PCR.

--

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved