Breaking News:

Ditangkap Polisi, Pelaku Hipnotis Nenek di Makasar Menangis Minta Maaf

Perempuan pelaku hipnotis bermodus pemberian bantuan sosial (bansos) terhadap Siti Judah (69), warga Kecamatan Makasar mengaku menyesal.

Istimewa
Pelaku hipnotis yang mengambil kalung emas dan uang Siti Judah (69) saat bersimpuh meminta maaf, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (18/12/2020) 

"Polisi yang datang itu pakai pakaian preman, saya enggak tanya mereka dari mana (anggota Polsek Makasar atau bukan). Pokoknya polisi lah, mereka bilang pelaku ini memang sudah sering nipu," tuturnya.

Kasus hipnotis yang menimpa Siti berawal saat pelaku datang ke permukiman warga RW 08 mengaku sebagai dermawan yang hendak memberi bansos.

Mereka tertipu karena saat datang pelaku membawa data nama-nama warga berstatus janda dan duafa yang hendak diberikan bansos.

"Karena dari awal datang itu dia punya data warga dari bekas ibu RW jadi kita percaya dia mau kasih bantuan. Bekas bu RW kasih data warga karena percaya pelaku mau kasih bantuan," kata Siti, Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Warga Jakarta Ingin Nikmati Suasana Liburan Seperti di Bali? Yuk ke Putri Duyung Resort Saja

Selain memiliki data warga, Siti menuturkan pelaku mengenakan busana muslim model mentereng agar warga menganggapnya seorang dermawan.

Setelah warga tertipu, pelaku meminta belasan janda dan dhuafa warga RW 08 berkumpul di satu Musala dan antre menemukan pemberian bantuan sosial.

"Pas warga lagi pada siap-siap ganti baju saya diajak sama pelaku ke salon, katanya mau didandanin. Saya sudah nolak, tapi pelaku narik tangan saya, tiba-tiba saya mau aja diajak dia," ujarnya.

Layaknya orang dihipnotis Siti mengikuti kemauan pelaku untuk diajak pergi ke salon, dia berjalan dari rumahnya di Gang Mawar ke arah Jalan Komodor.

Di Jalan Komodor dekat Gang Pos pelaku mengajak Siti berhenti dengan dalih menunggu taksi untuk menuju salon kecantikan yang dimaksud.

"Tapi setiap taksi lewat pelaku bilangnya penuh enggak bisa naik. Enggak lama dia minta saya untuk buka kalung emas yang saya pakai, katanya masa orang dapat sumbangan pakai kalung emas," lanjut Siti.

Baca juga: Tidak Ditemukan Benda Tajam Berbahaya di Kabupaten Tangerang Saat Aksi 1812

Halaman
123
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved