Breaking News:

Aksi 1812

Singgung 28 Peserta Aksi 1812 Reaktif Covid-19, Wagub DKI Jakarta: Boleh Demo Asal Virtual

Sebanyak 28 dari 455 peserta aksi 1812 yang polisi amankan ternyata reaktif Covid-19. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bersuara.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Pihak kepolisian menyediakan posko rapid test Covid-19 di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020) siang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Sebanyak 28 dari 455 peserta aksi 1812 yang polisi amankan ternyata reaktif Covid-19. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bersuara.

Ariza berharap ke depannya tidak ada lagi warga yang menggelar acara yang bisa menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar.

Kerumunan bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19 di ibu kota.

"Kami harapkan ke depan warga Jakarta jangan lagi melaksanakan kegiatan yang menimbulkan berkerumunnya orang dalam jumlah banyak," ucap Ariza, Minggu (20/12/2020).

"Apalagi menimbulkan kerumunan, meningkatkan interaksi dan pada akhirnya menimbulkan penyebaran Covid," tambahnya menjelaskan.

Baca juga: Ashanty Ungkap Biaya Hidup Menetap di Bali, Istri Anang Hermansyah Curhat Tagihan Kartu Kredit

Pemprov DKI Jakarta tidak akan menghalangi masyarakat yang ingin menyuarakan pendapatnya lewat demo atau lainnya.

Namun, Ariza menyarankan agar aksi tersebut digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Polres Metro Jakarta Pusat mengimbau massa aksi 1812 mengikuti rapid test Covid-19, di posko yang telah disediakan, dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020) siang.
Polres Metro Jakarta Pusat mengimbau massa aksi 1812 mengikuti rapid test Covid-19, di posko yang telah disediakan, dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020) siang. (TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat)

Salah satu caranya dengan menyuarakan pendapatnya secara virtual agar kerumunan dalam jumlah besar bisa diminimalisir.

"Kegiatan boleh dilangsungkan dengan cara virtual. Kami harapkan kegiatan dibatasi jumlahnya, selebihnya diselenggarakan virtual," tuturnya.

Baca juga: Posisi Politik Dianggap Kuat Karena Kabar Dipinang Jadi Ketum Partai, Begini Kata Susi Pudjiastuti

Baca juga: Bocah 6 Tahun Habiskan Lebih dari Rp200 Juta demi Beli Barang di Game, Ibunda Kaget Mengira Penipuan

Baca juga: Penampakan Bungker Profesor Teroris Upik Lawanga, Terendam Air untuk Redam Suara Uji Peledak

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved