Breaking News:

Kisah Pemulung Makan Silet 25 Tahun, Masih Kuat Keliling Desa demi Mengais Rezeki di Usia Senja

Nenti gemar makan benda tajam seperti silet, kaca lampu, beling dan benda tajam lainnya selama 25 tahun.

TRIBUNJABAR/HANDHIKA RAHMAN
Nenti (50), pemulung asal Cirebon yang tinggal di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu saat memakan silet, Minggu (20/12/2020). 

Selain itu, pemicu pica antara lain adalah gangguan selama kehamilan, masalah keluarga, kelalaian orang tua, kemiskinan, serta struktur keluarga yang tidak teratur.

Pica lebih umum terjadi pada wanita dan anak-anak, khususnya wanita hamil, anak kecil, dan mereka dengan keterbelakangan mental, juga autisma.

Menurut Robin Elise Weiss, bidan asal Kentucky, Amerika Serikat, pica kerap dihubungkan dengan anemia. Namun ketika seseorang makan benda bukan makanan, hal itu justru menimbulkan masalah dalam penyerapan nutrisi.

"Ini konsekuensi yang ironis. Pasalnya keadaan anemia justru akan bertambah buruk dengan pica," ujarnya.

Artikel ini telah dikompilasi dari TribunJabar dengan judul: Manusia Pemakan Silet dari Indramayu, Rasanya Seperti Kerupuk, Sehari Tidak Makan Badan Lemas

VIDEO-Rasanya Seperti Kerupuk, Manusia Pemakan Silet dari Indramayu, Sehari Tidak Makan Badan Lemas

Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved