Proyek MRT Bundaran HI-Harmoni, Rekayasa Lalu Lintas di Jalan MH Thamrin Sampai 6 Februari 2021

Proyek pengerjaan MRT Jakarta rute Bundaran Hotel Indonesia hingga Harmoni, Jakarta Pusat, tengah berlangsung.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Jalur belok kiri dari Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, ditutup road barrier atau pembatas jalan, Jumat (4/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Proyek pengerjaan MRT Jakarta rute Bundaran Hotel Indonesia hingga Harmoni, Jakarta Pusat, tengah berlangsung.

Saat ini pembangunan Stasiun MRT MH Thamrin pun sedang berlangsung.

Karena itu, PT MRT Jakarta melalui Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) melakukan rekayasa lajur kendaraan.

Pada Jalan MH Thamrin sisi barat setelah Proyek Indonesia One, yang semula terdiri dari 4 lajur kendaraan dan 1 lajur Transjakarta, kini dibagi dua lajur.

"Yaitu menjadi sisi kiri jalan dan sisi kanan," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, dalam keterangan resminya, Senin (21/12/2020).

Sementara sisi kiri median tengah, lanjutnya, menjadi dua lajur kendaraan dan sisi kanan jalan tengah menjadi dua lajur kendaraan.

"Sementara mulai dari Lippo Thamrin hingga Menara Topas kembali menjadi 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur Transjakarta," tambah Kamal.

"Untuk lajur pada Jalan MH Thamrin sisi timur tidak terjadi perubahan," lanjutnya.

Di sana, kata Kamal, kini ada perbaikan tanah (soil improvement) untuk mendukung pekerjaan peluncuran mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine), di Jalan MH Thamrin sisi barat.

"Begitu juga ada pembersihan dan perkerasan jalan median tengah," kata Kamal.

Rekayasa arus lalu lintas ini berlaku mulai 19 Desember – 6 Februari 2021.

Rekayasa Arus Lalin Periode 11 Februari 2021 – 31 Maret 2021

Kamal melanjutkan, ada pengalihan arus lalu lintas periode 11 Februari hingga 31 Maret 2021.

Diantaranya berimbas pada Jalan MH Thamrin sisi barat (arah Kota), mulai dari depan kantor BPPT hingga halte sementara Transjakarta Bank Indonesia.

"Semula terdiri dari 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur Transjakarta, kini dibagi dua lajur, menjadi sisi kiri dan sisi kanan," jelas Kamal.

"Sisi kiri jalan menjadi dua lajur kendaraan regular dan satu lajur campur (mixed traffic), antara lajur Transjakarta dan kendaraan reguler, serta sisi kanan jalan menjadi dua lajur kendaraan regular," lanjutnya.

Khususnya di Jalan MH Thamrin sisi timur (arah Blok M) mulai dari depan Kementerian ESDM hingga halte sementara TransJakarta Thamrin 10, tetap menggunakan empat lajur kendaraan regular.

"Jadi di sana ada satu lajur campur antara lajur Transjakarta dan kendaraan regular," jelas Kamal.  

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved