Breaking News:

Perkara Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra

Lebih Berat dari Tuntutan, Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara Terkait Surat Jalan Palsu

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur Muhammad Sirat menyatakan Djoko Tjandra dijatuhi vonis dua tahun enam bulan penjara.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Djoko Tjandra saat menjalani sidang putusan kasus surat jalan palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (22/12/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Terdakwa surat jalan palsu, Djoko Tjandra divonis pidana 2 tahun enam bulan penjara.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyatakan Djoko Tjandra bersalah dalam kasus surat jalan palsu terkait perjalanan dari Jakarta ke Pontianak Juni 2020 lalu.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama dan berlanjut membuat surat palsu," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur Muhammad Sirat, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (22/12/2020).

Putusan tersebut diambil setelah Majelis Hakim menimbang fakta-fakta yang terungkap selama jalannya sidang sejak digelar 13 Oktober 2020 lalu.

Dalam putusannya Majelis Hakim menimbang bahwa hal yang meringankan yakni Djoko sudah lanjut usia dan bersikap sopan selama persidangan.

"Yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa dilakukan dalam keadaan melarikan diri dari pidana dan membahayakan masyarakat karena melakukan perjalanan tanpa dites bebas Covid-19," ujarnya.

Pidana yang dimaksud yakni karena saat kejadian Djoko berstatus buronan kasus hak tagih Bank Bali tahun 1999 sehingga tak bebas melakukan perjalanan.

Surat dibuat dengan bantuan Anita Kolopaking yang kala itu menjadi pengacara saat dia hendak mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung.

Lalu bantuan Brigjen Prasetijo Utomo yang saat kejadian menjabat Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri sehingga perjalanan dipalsukan jadi perjalanan dinas.

Baca juga: Kemenhub keluarkan Aturan, Liburan Pakai Mobil Pribadi Tak Wajib Tes Antigen

Baca juga: Jelang Sidang Vonis Kasus Surat Jalan Palsu, Djoko Tjandra Pasrah

Baca juga: Saksi Akui Bakar Dokumen Surat Jalan Djoko Tjandra Hingga Surat Bebas Covid-19 Milik Terdakwa

Vonis dua tahun enam bulan penjara sendiri lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Djoko divonis dua tahun penjara (ultra petita).

Pun pasal yang disangkakan dalam kasus ini sama, yakni Djoko pasal 263 ayat 1 KUHP tentang Pemalsuan Surat, juncto 55 ayat KUHP, juncto pasal 64 KUHP.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved