Breaking News:

Cerita Korban Penyalur TKI Ilegal yang Ditampung di Rumah Mewah Pasar Rebo

Pemberhentian pengiriman TKI ke Timur Tengah yang dilakukan pemerintah Indonesia sejak tahun 2015 tak sepenuhnya berjalan mulus.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Korban penyalur jasa TKI ilegal yang diselamatkan BP2MI dari satu rumah di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Pemberhentian pengiriman TKI ke Timur Tengah yang dilakukan pemerintah Indonesia sejak tahun 2015 tak sepenuhnya berjalan mulus.

Pada Rabu (23/12/2020), Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggagalkan pengiriman 28 TKI yang hendak dikirim ke Timur Tengah.

Mereka ditampung di satu rumah berlantai mewah dua, Jalan Rambutan, RT 04/RW 10, Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Sri Utami (40) di antaranya, dia terpikat iming gaji sebagai pembantu rumah tangga yang dijanjikan perempuan bernama Azizah selaku pelaku penyalur.

“Gajinya 1.200 (Riyal) untuk kerja di Arab Saudi. Saya dari Kediri, tapi berangkat ke sini (Jakarta) dikumpulkan dari Malang sama sponsor (penyalur)," kata Sri di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2020).

Sri Utami (40), korban penyalur jasa TKI ilegal yang ditampung di satu rumah di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2020). 
Sri Utami (40), korban penyalur jasa TKI ilegal yang ditampung di satu rumah di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2020).  (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Bila dikonversi ke rupiah, maka gaji yang ditawarkan ke Siti dan 27 perempuan lain berusia 30-40 tahun korban penyalur jasa TKI ilegal sekitar Rp 4 juta.

Selain iming gaji mereka tertipu karena pelaku tak meminta persyaratan rumit, hanya KTP, surat nikah, dan ijazah pendidikan terakhir dari korban.

"Waktu ditawarin kerja enggak diminta uang, dikasih Rp 3 juta sama sponsor untuk uang saku sebelum diberangkatkan. Tapi enggak tahu kapan diberangkatkannya," ujarnya.

Siti menuturkan sudah 15 hari berada di rumah penampungan yang disewa pelaku, di sana mereka tidur terbagi lebih dari lima kamar berukuran 2X3 meter.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved