Ini Penjelasan Polda Metro Terkait Penemuan 201 Kg Sabu di Petamburan

Polda Metro Jaya membongkar peredaran 201 kilogram narkoba jenis sabu di kawasan Petamburan, Tanah Abang

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Erik Sinaga
Tribun Timur/Sanovra JR
Ilustrasi narkoba 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polda Metro Jaya membongkar peredaran 201 kilogram narkoba jenis sabu di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa memastikan pengungkapan kasus ini tidak terkait dengan Front Pembela Islam (FPI) yang bermarkas di Petamburan.

"Enggak ada lah, apa hubungannya (dengan FPI)?" kata Mukti saat dihubungi, Rabu (23/12/2020).

Menurut Mukti, lokasi penangkapan tersangka di sebuah hotel Petamburan adalah tempat melakukan transaksi.

"Ya dia (tersangka) transaksinya di situ, mungkin merasa lebih aman kita nggak tahu juga," ujar dia.

Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, 11 orang tersangka itu merupakan jaringan narkoba internasional.

"Ini memang jaringan internasional, kita mengikuti dan berhasil kita amankan awalnya 10 orang dan sekarang kita tangkap lagi satu orang," kata Yusri kepada wartawan, Rabu (23/12/2020).

Menurut Yusri, kemasan sabu itu memiliki kode yang sama dengan kurir narkoba yang ditembak mati di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Januari 2020 lalu.

"Dari barang itu kode yang sama '555'. Ini adalah barang yang memang jaringan international dari Timur Tengah," ungkap dia.

Baca juga: Bermula dari Kode 555, Polisi Bisa Bongkar Sindikat 201 Kg Sabu di Petamburan

Sebelum membongkar peredaran 201 kilogram sabu, polisi sudah melakukan profiling terhadap pelaku.

Penyelidikan itu dilakukan oleh Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

"Sudah hampir seminggu kita mem-profiling, tim sudah selidiki selama seminggu dan berhasil menemukan memang akan masuk barang haram ini ke Indonesia," kata Yusri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved