Food Story

Kisah Hanif, Mantan Staf Ahli AM Fatwa: Banting Setir dari Politik ke Bisnis Mie Aceh ala Foodtruck

Setelah 14 tahun berkecimpung di dunia politik, Hanif Cordova beralih ke bisnis makanan khas Aceh, Hanif mantan staf ahli Andi Mappetahang (AM) Fatwa

TRIBUNJAKARTA/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Sosok Hanif Cordova, pemilik Mie Aceh Kring-kring, sedang berpose di belakang kemudi bus Mercy 508D 1984 pada Senin (21/12/2020). Setelah 14 tahun berkecimpung di dunia politik, Hanif Cordova beralih ke bisnis makanan khas Aceh, Hanif mantan staf ahli Andi Mappetahang (AM) Fatwa 

Dari dalam kendaraan bongsor berkelir jingga itu, kelezatan mie Aceh racikannya dimasak.

Menjelang senja, pengunjung pun ramai menyantap kuliner kaya rempah sembari menyeruput segelas teh tarik panas.

Sebagai alat transportasi, bus type Mercedes Benz 508 D Tahun 1984 milik Hanif tinggal kenangan. 

Seporsi mie aceh telur rebus yang dimasak dari dalam bus Mercy 508D tahun 1984 pada Senin (21/12/2020).
Seporsi mie aceh telur rebus yang dimasak dari dalam bus Mercy 508D tahun 1984 pada Senin (21/12/2020). (TRIBUNJAKARTA/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Di Kota Megapolitan Jakarta, bus gaek itu hanya bisa mengenang masa kejayaannya di hadapan bus-bus megah semisal bus TransJakarta buatan Swedia dan Cina.

Namun, di tangan Hanif, bus itu serasa memiliki peran lagi di masyarakat. Bukan bagi penumpang, tetapi bagi para pengunjung.

Ia menyulap bagian dalam bus Mercy itu menjadi sebuah dapur khusus masakan Aceh.

Hanif ingin menampilkan konsep yang menarik dan unik dalam usaha kulinernya yang dimulai sejak tahun 2018 itu.

Mantan staf ahli AM Fatwa, politikus ternama, yang bekerja selama 14 tahun tersebut memutuskan mulai merintis usaha kuliner dengan konsep foodtruck.

"Saya melihat kalau saya masih menjual dengan konsep toko atau warung, tidak akan menarik," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Selasa (22/12/2020).

Dua karyawan Mie Aceh Kring-kring sedang memasak pesanan pengunjung di dalam dapur bus antik pada Senin (21/12/2020).
Dua karyawan Mie Aceh Kring-kring sedang memasak pesanan pengunjung di dalam dapur bus antik pada Senin (21/12/2020). (TRIBUNJAKARTA/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Konsep foodtruck ternyata cocok dipadukan dengan konsep rex, sebutan orang Aceh yang suka menyantap di ruangan terbuka.

Ia membeli bus tersebut pada tahun 2018 dari seorang petinggi Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI).

Kala itu, bus mercy tersebut sudah disimpan di dalam gudang.

"Ketika saya beli, bus itu posisinya sudah disimpan di gudang. Mesinnya masih hidup. Warna dasarnya putih. Saya modifikasi lagi," lanjutnya.

Modifikasi bus

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved