Food Story

Kisah Hanif, Mantan Staf Ahli AM Fatwa: Banting Setir dari Politik ke Bisnis Mie Aceh ala Foodtruck

Setelah 14 tahun berkecimpung di dunia politik, Hanif Cordova beralih ke bisnis makanan khas Aceh, Hanif mantan staf ahli Andi Mappetahang (AM) Fatwa

TRIBUNJAKARTA/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Sosok Hanif Cordova, pemilik Mie Aceh Kring-kring, sedang berpose di belakang kemudi bus Mercy 508D 1984 pada Senin (21/12/2020). Setelah 14 tahun berkecimpung di dunia politik, Hanif Cordova beralih ke bisnis makanan khas Aceh, Hanif mantan staf ahli Andi Mappetahang (AM) Fatwa 

Hanif berani bermain dengan rempah untuk mengolah masakan khas Aceh. Sekitar 30 jenis bahan dasar digunakan. Antara lain, cengkeh, kapulaga, sereh, jahe dan cabai kering.

Klakson sepeda 

Bagian unik lainnya, bus ini ternyata memiliki klakson berbunyi bel sepeda.

Setiap pesanan datang, pelayan menekan bel itu agar juru masak langsung memasaknya. Kring, kring! 

Tak sampai 10 menit, tangan juru masak dari dalam bus mengulurkan piring berisi mie dan nasi goreng Aceh. 

Baca juga: Sinopsis Film Jane Got A Gun Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini, Natalie Portman Jago Tembak

Pelayan segera mengantarkan ke meja pelanggan dengan suasana Rex, sebutan orang Aceh yang suka menyantap di ruangan terbuka.

Bukan tanpa sebab Hanif memasangnya. Nama usaha Mie Aceh Kring-kring diambil karena Ia hobi bersepeda. 

"Kenapa namanya kring-kring? Karena saya gemar bersepeda. Itu kring-kring bel sepeda. Ide itu tercetus saat saya bersepeda di km 0 Sentul," pungkasnya.

Menyantap mie aceh di tengah cuaca tak menentu saat akhir tahun rasanya pas sekali sebagai penghangat tubuh.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved