Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Ahmad Riza Patria Menghormati Gugatan Warga soal Denda Menolak Vaksin Covid-19 

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menghormati gugatan warga ihwal denda jika menolak vaksin Covid-19.

TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Tangkapan layar saat Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menghadiri acara diskusi yang disiarkan kanal youtube BNPB Indonesia, Jumat (18/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menghormati gugatan warga ihwal denda jika menolak vaksin Covid-19

"Kami hormati jika nanti ada gugatan dari warga, karena itu hak setiap warga negara," kata Ariza, melalui akun instagram resminya, @bangariza, Kamis (24/12/2020).

Kendati begitu, Ariza menyebut pihaknya belum menerima pemberitahuan dari Mahkamah Agung (MA) ihwal gugatan tersebut.

"Sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari MA terkait gugatan warga sehubungan dengan Perda Covid-19," jelas dia.

Ariza juga mengatakan, pihaknya belum mengetahui isi dari gugatan tersebut. 

"Secara materi kami belum mengetahui secara jelas gugatannya," ujar Ariza.

Baca juga: Perayaan Natal di Gereja Santo Barnabas Didekorasi dengan Penuh Kesederhanaan

Baca juga: 11 Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Bekasi Reakif Saat Dilakukan Rapid Test

Baca juga: Terminal Pulo Gebang Tak Mengalami Lonjakan Penumpang saat Libur Natal dan Tahun Baru 2021

"Perlu kami sampaikan bahwa Perda  (nomor 2 Tahun 2020) disusun oleh Pemprov DKI Jakarta  bersama DPRD DKI  yang melibatkan berbagai pakar dan ahli dari berbagai bidang," tutur Ariza. 

Jika ada yang merasa keberatan perihal Perda tersebut, lanjutnya, silakan sampaikan sesuai Undang-Undang yang berlaku.

"Jika ada keberatan terkait perda silahkan sampaikan sesuai peraturan Perundang-undangan yang berlaku," ucap Ariza.

Jika MA menerima dan akan mulai memproses gugatan tersebut, pihaknya siap melayani. 

"Kami ada Biro Hukum yang siap menghadiri berbagai persidangan jika ada gugatan. Masukan dan kritikan masyarakat dapat dijadikan bahan pertimbangan evaluasi bagi kami," tutur Ariza.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved