Breaking News:

Bareskrim Polri Diminta Tangkap Penyalur Jasa TKI Ilegal di Pasar Rebo dan Condet

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menggagalkan pengiriman 32 TKI ilegal dari dua tempat penampungan di Jakarta Timur.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Proses evakuasi calon TKI ilegal dari satu rumah tempat penampungan di Jalan Rambutan, Kelurahan Baru, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggagalkan pengiriman 32 TKI ilegal dari dua tempat penampungan di Jakarta Timur.

Sebanyak 4 orang dari tempat penampungan di kawasan Condet, Kecamatan Kramat Jati dan 28 di Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo.

Tapi saat penggerebekan pada 22 dan 23 Desember 2020, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan pelaku penyalur, perempuan bernama Azizah lolos.

"Itu (penangkapan) urusan dan kewenangan dari pihak kepolisian, yang pasti kita akan kejar. Lebih baik dia segera menyerahkan diri sebelum dijemput paksa," kata Benny di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2020).

Dari keterangan para korban, mereka dijanjikan bekerja jadi pembantu rumah tangga di Timur Tengah dengan gaji 1.200 Riyal atau sekitar Rp 4 juta.

Iming gaji dan persyaratan yang hanya menyerahkan KTP, surat nikah, ijazah tanpa dipungut biaya membuat para korban tertipu muslihat pelaku.

"Tadi sudah disebut sponsornya Ibu Azizah dan beberapa orang. Kita harapkan cepat (ditangkap). Tentu BP2MI berharap pada Polri benar-benar bekerja sesuai dengan perintah undang-undang," ujarnya.

Baca juga: Permintaan Pre-order Meningkat, 3.216 Orang Melakukan Tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta Kemarin

Benny menuturkan sejak tahun 2015 pemerintah menghentikan pengiriman TKI ke Timur Tengah karena banyaknya kasus kekerasan terhadap TKI di sana.

Namun upaya tak sepenuhnya mulus, penyalur jasa TKI ilegal masih ditemukan menipu para korban dengan iming gaji besar bekerja di Timur Tengah.

Para korban penyalur jasa TKI ilegal dari Condet dan Pasar Rebo kini dievakuasi ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) di Kelurahan Bambu Apus.

Baca juga: Sandiaga Uno Lupa Sebut Nama Istri Saat Sertijab: Tidak Marah Sekarang, Tapi Nanti di Rumah

"Kita akan serahkan hasil laporan kita pemberkasan kepada Bareskrim. Kita harap tentu Bareskrim Polri bekerja secara serius melakukan proses hukum agar menimbulkan efek jera," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved