Breaking News:

Natal dan Tahun Baru 2020

Pesan Pastor Gereja Santa Clara Bekasi: Situasi Pandemi Jadi Momentum Merefleksi Iman

Pastor Paroki Gereja Santa Clara Bekasi, Romo Raymondus Sianipar mengatakan, ibadah Natal 2020 merupakan momentum untuk merefleksi iman

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Suasana persiapan perayaan Natal perdan di Gereja Katolik Santa Clara di Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis, (19/12/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Pastor Paroki Gereja Santa Clara Bekasi, Romo Raymondus Sianipar mengatakan, ibadah Natal 2020 merupakan momentum untuk merefleksi iman di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda.

Pria yang akrab disapa Romo Ray mengatakan, perayaan Natal tahun ini memang tidak bisa semeriah tahun-tahun sebelumnya.

"Ibadat perayaan natal kali ini tidak semeriah dan selengkap yang dulu, karena  kita juga harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes)," kata Romo Ray saat dikonfirmasi, Kamis (24/12/2020).

Di Gereja Santa Clara, tiap perayaan Natal selalu menyuguhkan sejumlah kegiatan seperti perlombaan menghias pohon Natal atau berbagai kegiatan keumatan lainnya.

Namun, situasi pandemi Covid-19 memaksa agenda rutin tahunan dalam merayakan Natal, urung dilaksanakan guna mengantisipasi terjadinya klaster penularan.

Ibadah misa malam dan hari Natal misalnya, pihak Gereja membatasi kapasitas tempat duduk dari yang semula dapat menampung 1500 orang kini hanya dapat diisi 280 orang.

Umat yang dapat beribadah secara langsung di gereja diwakili per wilayah secara bergantian, mereka juga dipilih mulai dari kriteria umur 18-59 tahun dan wajib sehat.

Untuk umat yang tidak dapat hadir langsung ke gereja, mereka diimbau untuk mengikuti ibadah secara daring (online) di rumah masing-masing.

"Pesan saya kepada umat, baik atau tidak baik situasi kita sekarang ini, itu tidak akan mengurangi suka cita kita untuk merayakan iman kita kelahiran Tuhan Sang Imanuel," kata Romo Ray.

Baca juga: Wali Kota Airin Wacanakan Indekos di Tangerang Selatan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Baca juga: Polres Metro Jakarta Pusat Amankan 8 Pelaku Tawuran yang Menewaskan Satu Orang

Baca juga: Puskesmas Kecamatan Duren Sawit Sediakan Ruang Bersalin Khusus Ibu Hamil Positif Covid-19

Situasi pandemi menurut dia, dapat dijadikan ajang untuk merefleksi iman. Sebab, dalam situasi apapun suka cita perayaan Natal harus tetap sama dalam keimanan.

"Dalam segala ingatan, dalam segala pengalaman kesulitan dan juga pengalaman ketakutan, juga dalam pengalaman ketidakbiasaan serta ketidakmampuan untuk merayakan seperti biasa yang diharapkan, tetapi suka cita natal itu tetap harus dirasakan," tuturnya.

Di tengah pandemi Covid-19, umat kata dia, harus mengambil bagian untuk saling menjaga demi kebaikan masyarakat dan bangsa.

"Karena iman itu, justru menurut saya makin bertumbuh ketika situasi seperti ini, jadi saya tetap percaya bahwa natal ini tetap akan memberikan suka cita yang besar," tegas dia. 

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved