Breaking News:

Rencana Afirmasi Kelompok Syiah dan Ahmadiyah oleh Menteri Agama, MUI:Hati-hati,Ini Masalah Sensitif

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diminta harus berhati-hati memberikan pernyataan terkait afirmasi terhadap kelompok Syiah dan Ahmadiyah.

Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
Yaqut Cholil Qoumas calon Menteri Agama yang diperkenalkan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2020). Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diminta harus berhati-hati memberikan pernyataan terkait afirmasi terhadap kelompok Syiah dan Ahmadiyah. 

TRIBUNJAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diminta harus berhati-hati memberikan pernyataan terkait afirmasi terhadap kelompok Syiah dan Ahmadiyah.

Pernyataan yang diucapkan pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu mendapatkan perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Menteri Agama untuk berhati-hati dalam memberikan pernyataan soal rencana afirmasi terhadap kelompok Syiah dan Ahmadiyah.

Anwar beralasan masalah ini sangat sensitif karena terkait dengan unsur teologis dalam agama Islam.

"Sehubungan dengan adanya rencana dari Menteri Agama yang baru untuk mengafirmasi Syiah dan Ahmadiyah ya. Saya mengimbau menteri agama untuk berhati-hati. Karena masalah ini adalah masalah yang sangat sensitif karena dia bersifat teologis," ucap Anwar kepada Tribunnews.com, Jumat (25/12/2020).

Baca juga: Sosok Habib Hasan, Beri Contoh Toleransi dengan Berbagi Rezeki di Hari Natal

Baca juga: Aksi Yaqut Cholil Sepekan Menjabat Menteri Agama, Janji Lindungi Minoritas hingga Grogi Pidato

Menurut Anwar, dalam ajaran Islam, masalah perbedaan teologis adalah persoalan yang fundamental, karena menyangkut keimanan dan keyakinan.

Anwar menyarankan sebelum ada dialog soal masalah ini, sebaiknya diupayakan persamaan pandangan umat Islam Indonesia terhadap Syiah dan Ahmadiyah.

Menurut Anwar, sejauh ini belum antara Sunni dan Syiah di Indonesia.

"Menurut saya harus diusahakan dan diupayakan tentang kesatuan sikap dan pandangan dari umat Islam terhadap Syiah.

Bagaimana Ahlussunnah Wal Jamaah atau kelompok sunni Indonesia memandang Syiah. Itulah nanti akan dibawa ke dalam dialog antara Syuni-Syi'i yang direncanakan oleh Menteri Agama," kata Anwar.

Baca juga: Cerai Gugat Mendominasi di Kota Bekasi, Faktor Ekonomi Jadi Sumber Keretakan Rumah Tangga

Halaman
1234
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved