Natal dan Tahun Baru 2021

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Imbau Warga Hindari Kerumunan Saat Libur Natal dan Tahun Baru 2021

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengimbau warga untuk tidak berpergian saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono, Dandim 0504 Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustiana, dan Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mendatangi Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil, Kebayoran Baru, Kamis (24/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengimbau warga untuk tidak berpergian saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Menurutnya, warga lebih baik menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru 2021 di rumah guna menghindari kerumunan.

"Libur Natal dan Tahun Baru 2021 sebaiknya di rumah saja. Hindari perayaan dengan potensi kerumunan," kata Isnawa saat dihubungi, Jumat (25/12/2020).

Kecuali, ada keperluan mendesak yang mengharuskannya untuk keluar rumah.

"Tapi tetap lah protokol kesehatan harus dijalankan dengan baik," ujar dia.

Isnawa, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono dan Dandim 0504 Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustiana sempat bersama berkeliling ke sejumlah gereja pada Kamis (24/12/2020) sore hingga malam.

Salah satunya adalah Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil, Kebayoran Baru.

Mereka datang untuk mengecek protokol kesehatan menjelang Misa Natal, baik dari pihak gereja maupun para jemaat.

Pantauan TribunJakarta.com, pihak Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil telah menyediakan sejumlah fasilitas protokol kesehatan.

Beberapa di antaranya adalah menyiapkan tempat cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh. Setiap jemaat juga diwajibkan menggunakan masker atau face shield.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono

juga sempat bertanya tentang kapasitas gereja dalam menampung jemaat di masa pandemi Covid-19.

"Di sini berapa kapasitasnya?" tanya Budi.

"Kami batasi sekarang untuk Misa Natal offline sebanyak 200 orang. Biasanya kita bisa sampai 6.000, Pak," ujar Pastor Kepala Paroki Blok B Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil, Romo Antonius Dhimas Hardjuna.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved