Breaking News:

Garuda Indonesia Kebanjiran Permintaan Refund Ketika Rapid Test Antigen Diterapkan

Irfan menuturkan, para calon penumpang tersebut pun melakukan pemindahan jadwal penerbangan ke luar periode natal dan tahun baru 2020/2021.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, saat ditemui di Hangar 4 GMF, Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (8/12/2020) petang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Maskapai Garuda Indonesia menerima banyak permintaan pengembalian dana atau refund tiket penerbangan saat pengumuman syarat terbang harus melampirkan rapid test antigen.

"Mayoritas waktu refund itu banyak saat pengumuman wajib rapid test antigen," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam keterangannya, Sabtu (26/12/2020).

Menurutnya, ada sekira tiga persen calon penumpangnya yang melakukan refund tepat saat adanya aturan rapid test antigen diterapkan.

"Enam persenan itu permintaan reschedule," sambungnya lagi

Irfan menuturkan, para calon penumpang tersebut pun melakukan pemindahan jadwal penerbangan ke luar periode natal dan tahun baru 2020/2021.

"Jadi mereka mereschedule banyak yang lewat dari tanggal 8 Januari 2021," ucap Irfan.

Irfan mengungkapkan, saat banyak menerima permintaan refund dan reschedule, banyak calon penumpangnya yang menyangka PCR Test dan rapid test antigen sama.

"Karena test PCR kan mahal ya, kalau mereka berlibur satu keluarga jadi khawatir, tapi kami jelaskan bahwa rapid test antigen tidak sama dengan PCR Test," ungkap Irfan.

Menurutnya, untuk tren Natal dan Tahun Baru 2021 banyak masyarakat yang juga mudik ke kampung halaman.

Halaman
123
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved