Breaking News:

Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan di Balik Siraman Air Keras ke Pesepeda Putri Guru Besar UGM

Pesepeda putri Guru Besar UGM Budi Wignyosukarto disiram cairan yang diduga air keras di sekitar Masjid Suciati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Kompas.com/Shutterstock
Ilustrasi air keras. Pesepeda putri Guru Besar UGM Budi Wignyosukarto disiram cairan yang diduga air keras di sekitar Masjid Suciati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pesepeda putri Guru Besar UGM Budi Wignyosukarto disiram cairan yang diduga air keras di sekitar Masjid Suciati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Polisi pun telah menangkap pelaku warga Temanggung berinisial J (37).

Motif pelaku melempar air keras ternyata terdapat kisah cinta bertepuk sebelah tangan.

Namun, sakit hati pelaku bukanlah kepada pesepeda putri Guru Besar UGM, melainkan wanita lain berinisial W.

Wanita lain berinisial W itu memiliki hobi bersepeda dan sering menggowes di sekitar Ngaglik, Jalan Palagan, jalan Gito-gati, dan Jalan Damai.

Pelaku menyiramkan cairan karena pernah merasa sakit hati kepada perempuan yang memiliki hobi bersepeda.

“Ada rasa sakit hati. Jadi pelaku ini sakit hati kepada wanita berinisial W,” Kasatreskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah, Minggu (27/12/2020).

Lanjut Deni, pelaku pernah memberikan sejumlah uang kepada wanita berinisial W tersebut.

Namun setelah memberikan sejumlah uang, W tidak bisa lagi dihubungi oleh pelaku.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved