Kisah Rembulan Terjun ke Dunia Prostitusi demi Biayai Anak: Dilema Antara Ketakutan dan Ketagihan

Berawal dari ketakutan, mulai dari soal tertular penyakit, tertangkap hingga mendapat tamu yang kasar, sebagian dari mereka justru merasa ketagihan.

Editor: Elga H Putra
Tribunnews.com
Ilustrasi Prostitusi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terjun ke dunia prostitusi menjadi jalan pintas sebagian wanita yang mengaku tak kuat menjalani kerasnya kehidupan.

Berawal dari ketakutan, mulai dari soal tertular penyakit, tertangkap hingga mendapat tamu yang kasar, sebagian dari mereka justru merasa ketagihan lantaran mudahnya uang yang didapat.

Prostitusi memang selalu bak dua sisi mata uang bagi para wanita yang terjerumus di dalamnya.

Satu kisahnya diutarakan Rembulan (bukan nama sebenarnya) yang menjajakan dirinya sebagai pekerja seks komersia (PSK).

Begini kisahnya

Di bawah temaram dan suasana kafe yang tenang, wanita muda ini membagi kisah hidupnya.

Sebagai orangtua tunggal bagi satu orang anaknya, wanita berusia 30 tahun ini harus bekerja mencari nafkah seorang diri.

Namun, pilihan hidupnya cukup berat.

Setelah bercerai beberapa tahun lalu, wanita cantik ini memilih menjadi pelayan nafsu laki-laki hidung belang.

Tarifnya pun cukup tinggi, Rp 1,2 juta sekali kencan.

Sebenarnya Rembulan sama seperti wanita muda lainnya.

Dia seorang ibu rumah tangga yang memilih jadi wanita panggilan di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selama tujuh tahun ini, wanita cantik berkulit putih menekuni dunia hitam tersebut.

Baca juga: Dikira Diguncang Gempa, Untung Kaget Truk Tangki Terguling di Kamar Rumahnya

"Saya menikah umur 17 tahun, lalu cerai umur 23 tahun."

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved