Breaking News:

Tersangka Pembunuhan Hilda Hidayah Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Terancam Dikenai Hukuman Mati

Pelaku pembunuhan Hilda Hidayah mendapat ganjaran atas perbuatannya, tindakan itu membuat Indra dan Unyil dijerat pasal 340 KUHP pembunuhan berencana.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Hendra Supriyatna alias Indra (kiri) dan Muhammad Qhairul Fauzi alias Unyil (kanan) saat dihadirkan di Mapolsek Makasar, Jakarta Timur, Rabu (16/12/2020). Pelaku pembunuhan Hilda Hidayah mendapat ganjaran atas perbuatannya, tindakan itu membuat Indra dan Unyil dijerat pasal 340 KUHP pembunuhan berencana. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Penyidik Unit Reskrim Polsek Makasar, Polrestro Jakarta Timur memastikan pelaku pembunuhan Hilda Hidayah (22) mendapat ganjaran atas perbuatannya.

Dari hasil gelar perkara pembunuhan Hilda yang jasadnya ditemukan dalam keadaan setengah terkubur di taman kota Tol Jagorawi pada 7 April 2019 silam.

Kedua tersangka, Hendra Supriyatna alias Indra (38) dan Muhammad Qhairul Fauzi alias Unyil (20) sudah merencanakan pembunuhan dan pembuangan jasad.

Kanit Reskrim Polsek Makasar Iptu Mochamad Zen mengatakan tindakan itu membuat Indra dan Unyil dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

"Pasal yang dikenakan 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan jo Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan mengakibatkan kematian," kata Zen saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (28/12/2020).

Penetapan pasal 340 KUHP yang mengatur sanksi hukuman mati karena dari hasil gelar perkara Indra mengaku sempat memindahkan balok kayu.

Yakni balok kayu pengganjal pintu bus yang digunakan memukul kepala Hilda sebanyak tiga kali hingga tewas dalam bus Mayasari Kampung Rambutan-Cikarang.

Kanit Reskrim Polsek Makasar Iptu Mochamad Zen saat memberi keterangan di Polsek Makasar, Jakarta Timur, Senin (28/12/2020).
Kanit Reskrim Polsek Makasar Iptu Mochamad Zen saat memberi keterangan di Polsek Makasar, Jakarta Timur, Senin (28/12/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

"Jadi saat korban marah minta pertanggungjawaban (menikah secara hukum) ke Indra, Indra ini memindahkan balok kayu dari bagian depan ke belakang bus," ujarnya.

Sebelum menghantam kepala Hilda yang saat kejadian hamil sembilan bulan, Indra juga sempat menenteng balok kayu sehingga dianggap berencana.

Sementara Unyil yang saat kejadian merupakan kernet bus Mayasari dikemudikan Indra ikut dijerat pasal 340 KUHP karena membantu mengubur jasad.

Baca juga: VIRAL Pria dengan Kepala Luka Parah di Pinggir Jalan, Dikeroyok 3 Orang, Sempat Dikira Gengster

"Cangkul yang digunakan untuk menggali tanah itu juga sudah dipersiapkan dalam bus, jadi bukan membunuh terus baru ambil cangkul. Memang sudah ada niat mengubur jasad korban," tuturnya.

Khusus pada Indra, Zen menyebut suami siri Hilda juga disangkakan pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Dari hasil pemeriksaan dan gelar perkara, Indra yang mengaku anak yang dikandung Hilda saat kejadian hasil hubungannya dengan korban saat tinggal bersama.

Baca juga: Terinfeksi Covid-19 Disebut Karena Karma, Begini Jawaban Bijak Dewi Perssik

"Untuk barang bukti balok kayu dan cangkul sudah dibuang pelaku saat kejadian, dibuang ke Kali Cipinang. Tapi keduanya mengakui perbuatannya terencana," lanjut Zen.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved