Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Batal Digelar, Siswa Kembali Belajar dari Rumah

embelajaran  semester genap Tahun Ajaran 2020/2021 akan berlangsung dengan metode Belajar dari Rumah (BDR), sejak tanggal 11 Januari 2021

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Wali Kota Depok, Mohammad Idris (tengah), saat dijumpai wartawan di di Depok Town Square, Beji, Senin (21/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 420/621-Huk/Disdik yang berisi tentang Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 Masa Pandemi Covid-19.

Dalam Surat Edaran tersebut, Pemerintah Kota Depok telah resmi memutuskan tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di semester genap yang dimulai pada Januari 2021.

Idris mengatakan, pembelajaran  semester genap Tahun Ajaran 2020/2021 akan berlangsung dengan metode Belajar dari Rumah (BDR), sejak tanggal 11 Januari 2021 sampai dengan tanggal 25 Juni 2021.

"Pedoman pelaksanaannya akan ditetapkan dengan Peraturan Wali Kota," ujar Idris dalam Surat Edaran tersebut, Selasa (29/12/2020).

Berbeda dengan sebelum pandemi, Pemerintah Kota Depok juga memangkas waktu pembelajaran yang mana dimulai pukul 07.00 WIB-12.00 WIB.

"Pembelajaran disesuaikan dengan jadwal pelajaran masing-masing satuan pendidikan dan selama jam belajar siswa wajib berada di rumah," ucapnya.

"Selama kegiatan pembelajaran guru berada di satuan pendidikan (sekolah) masing-masing," timpalnya lagi.

Sementara untuk kegiatan ekstrakurikuler akan berlangsung setelah seluruh jam pelajaran berakhir, dan diatur oleh satuan pendidikan.

Baca juga: Gisel Rekam Video Syur untuk Kepentingan Dokumentasi, Begini Nasib Penyebar Pertama

Baca juga: Menikmati Pizza di Como Park Kemang, Sambil Lihat Kawanan Anjing Bermain di Halaman Belakang

Baca juga: Meski Ditetapkan Tersangka Video Syur, Gisel Tetap Posting Insta Story tentang Ini

Terakhir, Idris mengimbau agar pendidik bisa sesekali menyambangi kediaman siswa, atau sebaliknya yang mana siswa berkunjung ke sekolah secara personal atau pun kelompok terbatas dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

"Kepala sekolah atau guru dapat melakukan kunjungan ke rumah, atau siswa dapat berkunjung ke sekolah secara perorangan atau kelompok terbatas yang memerlukan pelayanan khusus dengan tetap mengikuti protokol kesehatan," pungkasnya

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved