Breaking News:

Terkuak Keseharian Pegawai Bank 24 Tahun di Kuta, Sempat Hubungi Kekasih Sebelum Tewas Mengenaskan

Terungkap keseharian pegawai bank Ni Putu W (24) yang ditemukan meninggal dunia di rumah berlantai dua.

TRIBUNBALI/FIRIZQI IRWAN
Sempat hubungi kekasih, Pegawai bank 24 tahun ditemukan tewas mengenaskan di Denpasar. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terungkap keseharian pegawai bank Ni Putu W (24) yang ditemukan meninggal dunia di rumah berlantai dua di Jalan Kerta Negara, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Kota Depansar.

Pegawai bank di Kuta ini pertama kali ditemukan tewas oleh kekasihnya pada Senin pagi (28/12).

Ketika itu kondisi korban telah tergeletak di atas kasus dalam posisi terlentang.

TONTON JUGA:

Melihat kondisi Ni Putu W tewas, sang kekasih Gede Hara Yogi Swara (28) berteriak meminta tolong warga sekitar.

Beberapa warga berdatangan melihat keadaan sekitar rumah, namun tidak ada yang berani masuk ke dalam rumah.

Baca juga: Beberkan Penyebab Renggangnya Hubungan dengan Aurel, Atta Halilintar: Mungkin Dia Gak Sedewasa Saya

“Saya temukan di lantai dua, di kamar tidurnya sudah tidak bernyawa. Lalu saya berteriak minta tolong kepada warga,” ucap Yogi.

Yogi yang tinggal di Jalan Pulau Buru, Denpasar, mengaku sempat mendapat telepon dari pacarnya sehari sebelum kejadian.

FOLLOW JUGA:

Beberapa kali pacarnya menghubungi dirinya, namun ia tidak sempat mengangkat telepon.

"Dia sempat menghubungi saya beberapa kali, tapi saya tidak angkat. Baru tadi (kemarin, red) saya ke sini dan saya lihat ada bercak darah di lantai rumahnya," aku Yogi.

Adapun Nana (27) kakak sepupu pegawai bank di Kuta itu mengungkapkan sosok adiknya tersebut semasa hidup.

Baca juga: Reaksi Atta Halilintar Ditanya Isu Putus dari Aurel Hermansyah, Ngaku Ada Rintangan yang Dihadapi

Ni Putu W kelahiran Denpasar, 25 Oktober 1996 dikenal sangat ceria, mudah bergaul dan mandiri, bahkan ia memiliki sifat yang sabar.

"Anaknya benar-benar sangat mandiri, sabar. Kalau ada masalah dia diem, tidak mau ngasi tahu beban ke keluarganya, anaknya juga ceria," jelas Nana.

Ilustrasi tewas
Ilustrasi tewas (Net)

Nana mengenang komunikasi terakhirnya dengan Ni Putu W pada Jumat (25/12/2020). Ketika itu ia juga sempat melihat postingan Facebook pegawai bank tersebut.

"Terakhir komunikasi hari Jumat lalu sama seminggu yang lalu sih. Sempat juga saya lihat postingan di Facebook nya karena sering pasang status.
Waktu itu dia sedang berlibur dengan cowoknya," kata Nana.

Baca juga: Komnas HAM Kantongi Bukti TKP Penembakan 6 Anggota FPI, Rocky Gerung: Jangan Ada Dusta Dalam Negara

Nana menyatakan kerap kali menyempatkan untuk berkomunikasi dengan adik sepupunya tersebut.

"Saya selalu sempat pantau, meskipun saya juga kerja. Dia juga sibuk kerja di bank, jadi semenjak kerja ini sudah sangat jarang ketemu," beber Nana.

Sehari-hari, setiap ia berkomunikasi dengan adiknya atau korban, Nana dan Putu W selalu bercanda.

Kendati demikian, Nana menuturkan, ketika ada masalah korban selalu menutup diri dan tidak mau menceritakan bahkan membuat beban keluarganya.

"Jadi kalau ada masalah dia diem. Dia punya cowok juga diem, maksudnya dia mau berbagi dengan cowoknya tapi gak mau ngerepotin sama cowoknya," aku Nana.

Baca juga: Analisa Rocky Gerung ketika Sandiaga Prabowo Jadi Menteri Jokowi: Kabinet Kelurahan Sejahtera

Terkait korban tinggal di rumah dua tingkat, Nana menyatakan, sang adik terkadang tinggal bersama pacar dan orangtuanya.

"Adik disini tinggal kadang sama pacarnya, kadang sama orang tuanya," lanjut Nana.

Meski demikian, keterangan ini berbeda dari saksi yang berada di lokasi.

Dalam rumah tersebut, korban kelahiran Denpasar 25 Oktober 1990 asal Sukawati, Gianyar, diketahui tinggal seorang diri.

Sementara itu, saat ditanya mengenai informasi yang ia terima soal kematian adiknya, Nana mengetahui dari kerabat dekatnya.

"Saya tahu informasi ini dari ibunya (tantenya), saya kakaknya (sepupu). Jadi baru tahu tadi pagi. Dikabari kalau adiknya ngalin (mati). Terus saya tanya ngalin gimana? Saya kan gak ngerti, jadi maksudnya sudah gak ada lagi,"

"jadi kan saya gak percaya. Saya kira bercanda, biasanya begitu. Saya kira mau nikah, ternyata enggak," ujar Nana ditemui di TKP.

Atas kejadian nahas ini, Nana dan keluarganya berharap kasusnya dapat segera terungkap.

Diduga Korban Pembunuhan

alam keterangan beberapa saksi, Putu Yasmika (56) mendengar suara teriak-teriak ada perampokan, selanjutnya ia menghubungi prajuru Banjar untuk menghubungi Bhabinkamtibmas Ubung Kaja, Aiptu I Wayan Parwata.

Bahkan saksi lainnya Sayida Rani (22), dikatakan Iptu I Ketut Sukadi, pada pukul 01.00 Wita dini hari, mendengar suara pintu gerbang rumah korban terbuka.

Selanjutnya, ia mendengar suara motor keluar dari TKP, pukul 09.00 Wita Rani mendengar suara teriakan laki-laki minta tolong yang diketahui kekasih korban, Gede Hara Yogi Suara (28).

FOLLOW JUGA:

Kemudian suami Rani keluar dan mengecek kondisi korban di dalam rumah, selanjutnya menghubungi bantuan ke pihak kepolisian.

"Korban diketahui kerja sebagai pegawai Bank di Kuta. Kekasih korban yang pertama kali melihat kejadian ini, dengan kondisi penuh luka dan bercak darah di dalam kamar di lantai dua," tambahnya.

Sementara itu, dalam hasil pemeriksaan polisi yang datang pada pukul 10.00 Wita, tim Inafis Polresta Denpasar, diketahui korban meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Akibat luka terbuka pada leher, dada dan perut serta beberapa tubuh korban lainnya dengan jumlah luka tusuk sebanyak 25 kali.

Masing-masing satu tusukan pada telinga, leher kanan kiri, punggung, dada, bahu kiri depan, lutut kanan dan tangan kanan.

Sedangkan 4 luka tusuk pada lengan kiri dan paha kanan, payudara perut dan paha kiri sebanyak 2 tusuk, lengan kanan ada 3 luka dan telapak tangan terdapat luka gores.

Pantauan Tribun Bali, terlihat garis polisi sudah dipasang di rumah, satu mobil ambulans BPBD Kota Denpasar disiapkan di lokasi untuk mengevakuasi korban ke RSUP Sanglah.

"Dugaan sementara korban meninggal dunia karena kehabisan darah dan banyak luka tusuk di bagian tubuh korban. Barang korban di TKP juga ada yang hilang, berupa satu dompet dan satu unit sepeda motor Scoopy warna merah plat DK 3114 KAR milik korban," tutur Iptu I Ketut Sukadi, Senin (28/12/2020).

Selain itu, mengenai pelaku pembunuhan, Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengatakan hingga kini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.(*).

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Diduga Menjadi Korban Curas, Pegawai Bank Dibunuh di Tempat Tinggalnya di Denpasar, 

Perempuan Muda yang Tewas di Denpasar Dikenal Sosok yang Ceria & Mandiri, Ini Cerita Keluarga Korban

Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Siti Nawiroh
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved