Breaking News:

Natal dan Tahun Baru 2021

764 Personel Gabungan Amankan Malam Tahun Baru di Depok

Sebanyak 764 personel gabungan diterjunkan untuk pengamanan malam pergantian tahun baru 2021 yang hanya tinggal beberapa jam lagi.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah (tengah), didampingi para pejabat di Kota Depok saat memberikan keterangan terkait pengamanan malam pergantian tahun 2021, Kamis (31/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Sebanyak 764 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan malam pergantian tahun 2020 ke 2021 yang hanya tinggal beberapa jam lagi.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, mengatakan petugas gabungan ini terdiri dari personel TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan unsur Pemerintah Kota Depok lainnya.

Pengamanan malam nanti terbagi menjadi dua strategi, yakni stasioner dan patroli.

“Apa yang disebut stasioner yakni pos tetap," ucap Azis di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Kamis (31/12/2020).

Pos tetap ini di tersebar di beberapa lokasi yang menjadi titik kumpul masyarakat ketika melakukan perayaan tahun baru.

Baca juga: Depresi Soal Keuangan, Pria Sudah Berkeluarga di Pondok Aren Tangsel Nekat Bakar Diri

"Seperti di Sawangan tuh, di Situ Tujuh Muara. Kemudian GDC di Alun-Alun, itu selalu menjadi titik kumpul masyarakat melakukan perayaan tahun baru,” imbuh dia.

Di sejumlah tempat tersebut, nantinya akan didirikan pos dan diisi oleh personel gabungan, serta petugas kesehatan.

Ia memastikan polisi akan mencegah terjadinya kerumunan maupun keramaian.

"Jika itu terjadi maka warga masyarakat yang berkerumun di situ akan segera kita lakukan Rapid Tes maupun Swab PCR dan jika didapati mereka itu reaktif segera akan kita lakukan treatment di tempat-tempat yang telah disediakan,” jelasnya lagi.

Sementara untuk strategi patroli, personel gabungan akan berkeliling jelang malam pergantian tahun untuk membubarkan kerumunan masyarakat.

“Untuk mobile, keliling ini ada masyarakat yang berkerumun kita akan segera bubarkan dan melakukan rapid tes di tempat,”imbuhnya.

Azis mengungkapkan, semua upaya pengamanan ini semata-mata untuk mencegah dan melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19.

“Kita ketahui bahwa Depok belum bebas pandemi, bahkan masih merah. Maka dengan ikhtiar atau niat untuk melindungi seluruh warga masyarakat kami bersama stakeholder yang ada, baik itu Polri-TNI, Pemda, memiliki kewajiban untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan yaitu mencegah penyebaran covid-19 terjadi semakin meluas,” bebernya.

“Akan kita kurangi kegiatan masyarakat yang berpotensi berkerumun ya, keramaian dan kegiatan-kegiatan yang lain yang berpotensi menjadi semakin meluasnya penularan Covid -19 itu,” timpalnya lagi.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved