Breaking News:

Pemerintah Umumkan Hentikan Kegiatan FPI, Ini Sederet Hal yang Terjadi di Markas Petamburan Kemarin

Surat Keputusan Bersama (SKB) enam menteri menjadi dasar pemerintah resmi melarang dan menghentikan kegiatan Front Pembela Islam (FPI).

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/Muhammad Rizki Hidayat
Suasana Markas FPI di dekat rumah Muhammad Rizieq Shihab (HRS) di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020) pukul 15.58 WIB. 

Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Aparat langsung bergerak cepat mendatangi Markas FPI, Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, setelah pemerintah membubarkan organisasi masyarakat tersebut, pada Rabu (30/12/2020) sore kemarin.

Operasi ini dipimpin Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto

Didampingi TNI dan sejumlah anggota Brimob berpakaian lengkap.

Heru menjelaskan tujuan pihaknya bersama TNI mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI) pada kemarin.

"Kami ini ada di Jalan Petamburan Tiga, meyakinkan bahwa SKB (Surat Keputusan Bersama) yang telah ditandatangani bahwa kegiatan FPI mulai hari ini tidak boleh dilakukan," jelas Heru, sapaannya, saat diwawancarai awak media, di lokasi, Rabu (30/12/2020).

"Baik banner dan atribut lainnya sudah kami lepas termasuk kegiatan-kegiatan lainnya. Kami meyakinkan tidak ada aktivitas dan kegiatan lainnya," lanjut Heru.

7 Orang Digiring

Heru menjelaskan sebanyak tujuh anggota FPI diamankan.

Namun, pantauan TribunJakarta.com di lokasi, terdapat enam orang.

"Yang kami amankan, identitasnya baru kami tanyakan saja, tidak ada penangkapan dan lainnnya, tidak ada. Ada kira-kira tujuh orang dibawa ke Polda," jelas Heru.

Perihal atribut FPI, polisi meminta warga setempat yang melepaskannya.

"Jadi kami imbaunya mereka sendiri yang melepaskan. Mereka tidak boleh berkegiatan," tutur dia.

"Seluruh Indonesia, FPI dibubarkan, tidak ada atribut yang ditempel atau apapun," sambungnya.

Heru menambahkan, pihaknya tidak memberitahukan kegiatan ini kepada pihak FPI.

"Kami datang ke sini tidak perlu ada pemberitahuan (kepada FPI) karena sudah ada pemberitaan soal pengumuman SKB," tutup Heru.

Kuasa Hukum Rizieq Shihab Kaget Banyak Aparat

Kuasa Hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo dan Aziz Yanuar mendatangi Markas Front Pembela Islam (FPI), pada Rabu (30/12/2020) sore.

Kuasa Hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo (kanan) dan Aziz Yanuar, mendatangi Markas Front Pembela Islam (FPI), pada Rabu (30/12/2020) sore.
Kuasa Hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo (kanan) dan Aziz Yanuar, mendatangi Markas Front Pembela Islam (FPI), pada Rabu (30/12/2020) sore. (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Sesampainya di lokasi, mereka kaget lantaran banyak aparat TNI-Polri yang berjaga-jaga.

"Kami tidak tahu. Saya juga barusan dari Polda (Metro Jaya), makanya kami ke sini," kata Sugito, saat diwawancarai awak media, di lokasi.

"Kami ke sini mau memberikan berkas di DPP (Dewan Pimpinan Pusat) FPI Jakarta," lanjutnya.

Sayangnya, kantor DPP FPI ditutup rapat.

Pagarnya digembok rantai.

Alhasil, mereka pun meninggalkan lokasi.

Sugito dan Aziz tampak mengenakan masker, kemeja batik, dan celana panjang.

Keduanya membawa tas. Aziz tas slempang dan Sugito tas ransel.

Tidak Masalah

Kuasa Hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo, mengatakan kliennya tersebut telah mengetahui informasi pembubaran Front Pembela Islam (FPI).

Menurut Sugito, Rizieq Shihab tidak mempermasalahkan hal tersebut. 

"Tidak masalah, nanti kami gugat secara hukum karena ini sudah proses hukum," kata Sugito, saat diwawancarai awak media, di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020).

"Kami akan menggugat terhadap keputusan (pembubaran) tersebut," lanjutnya.

Sementara itu, pihaknya masih mempersiapkan dokumen guna proses gugatan tersebut.

"Iya secepatnya, kami mau bertemu dengan tim hukum untuk mempersiapkan proses gugatan PTUN," ucapnya.

Ingin ganti nama

Front Pembela Islam (FPI) berencana bakal mengganti nama setelah organisasinya dibubarkan pemerintah.

"Itu nanti sambil jalan. Nanti kami diskusikan dulu dengan pengurus DPP (Dewan Pimpinan Pusat) FPI," kata Kuasa Hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo, saat diwawancarai awak media, di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020).

"Sebagai kuasa hukum, tolong jangan dipersulit. Nanti kami akan bicara serius dengan tim lawyer," lanjutnya.

Sementara itu, Sugito mengatakan kliennya tersebut telah mengetahui informasi pembubaran Front Pembela Islam (FPI).

Menurut Sugito, Rizieq Shihab tidak mempermasalahkan hal tersebut. 

"Tidak masalah, nanti kami gugat secara hukum karena ini sudah proses hukum," kata Sugito.

"Kami akan menggugat terhadap keputusan (pembubaran) tersebut," lanjutnya.

Sementara itu, pihaknya masih mempersiapkan dokumen guna proses gugatan tersebut.

"Iya secepatnya, kami mau bertemu dengan tim hukum untuk mempersiapkan proses gugatan PTUN," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved