Breaking News:

Komentari FPI Menjadi Front Persatuan Islam, Mahfud MD Beberkan Sejarah Ormas yang Berganti Nama

Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Mahfud MD berkomentar mengenai FPI yang ganti nama usai dibubarkan pemerintah.

Editor: Elga H Putra
Youtube Kompas TV
Menkopolhukam Mahfud MD didampingi para pejabat negara saat mengumumkan penghentian kegiatan FPI. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Mahfud MD berkomentar mengenai FPI yang ganti nama usai dibubarkan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Mahfud MD melalui akun twitter resminya @mohmahfudmd.

Diketahui, pasca dibubarkan pemerintah pada Rabu (30/12/2020), Front Pembela Islam (FPI) akan berganti nama menjadi Front Persatuan Islam (FPI).

Dikutip dari cuitan resminya, @mohmahfudmd, Mahfud menyebut pembentukan organisasi baru boleh saja asal tidak melanggar hukum dam tidak menganggu ketertiban umum, Jumat (1/1/2020).

"Ada yang tanya, bolehkah orang mendirikan Front Pejuang Islam?"

"Boleh saja, asal tak melanggar hukum dan tak mengganggu ketertiban umum," tulis cuitan Mahfud.

Lalu, Mahfud menceritakan sejarah organisasi masyarakat (ormas) yang pernah berganti dan membentuk yang baru.

"Dulu Partai Masyumi bubar kemudian melahirkan Parmusi, lalu PPP, Masyumi Baru, Masyumi Reborn, dan kemudian ada DDII yang legendaris," tulis cuitannya.

Ia menegaskan hal itu diperbolehkan secara hukum.

"Secara hukum boleh," tulis Mahfud.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved