Breaking News:

Satpol PP Kota Bekasi Diusir Pemilik Restoran Saat Diminta Tutup Pukul 19.00 WIB

Kepala Satpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah saat dikonfirmasi Jumat (1/12/2021), membenarkan insiden yang terjadi pada video viral tersebut

Istimewa
Tangkapan layar saat Satpol PP Kota Bekasi usir pemilik restoran ketika diminta tutup pukul 19.00 WIB. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Video detik-detik petugas Satpol PP Kota Bekasi diusir pemilik restoran saat diminta tutup pukul 19.00 WIB viral di medis sosial, kejadian tersebut diketahui terjadi di Kecamatan Medan Satria, pada Kamis (24/12/2020) lalu.

Dalam rekaman video, seorang pria pemilik restoran tampak kesal ketika petugas Satpol PP mendatangi tempat usahanya agar segera tutup sesuai surat edaran Wali Kota Bekasi.

"Sebelum saya usir silangkan pergi dari sini, sebelum kamu dapat seprin ke Kalimantan, Kapolda itu adiknya istri saya, saya perwira (purnawirawan)  di Polda Metro," kata pria pemilik restoran.

Tidak sampai di situ, petugas Satpol PP yang hendak memberikan sosialisasi terkait aturan pembatasan jam operasional tetap dimarahi dan diminta segera pergi.

"Sudah silahkan pergi, ini kami sudah tutup, silahkan pergi tinggalkan tempat ini, dari pada saya keluarin senjata pada mati, saya masih punya senjata laras panjang," ungkap pria pemilik restoran.

Kepala Satpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah saat dikonfirmasi Jumat (1/12/2021), membenarkan insiden yang terjadi pada video viral tersebut.

"Benar itu kejadian di Medan Satria, saat pembatasan jam operasional pukul 19.00 WIB tanggal 24 Desember 2020," kata Abi.

Baca juga: Menikmati Kopi Buatan Teman Disabilitas, Anda Bisa Sambil Belajar Bahasa Isyarat

Baca juga: Motif Tersangka Pembuat Parodi Indonesia Raya Masih Didalami Polisi

Baca juga: Selain Pelajar Cianjur, Anak TKI di Malaysia Juga Bikin Parodi Indonesia Raya

Abi juga membenarkan, pria yang tidak terima saat petugas melakukan penindakan mengaku sebagai purnawirawan polisi.

"Jadi intinya yang bersangkutan ditegur sama Satpol terkait jam operasional, karena sudah melebihi terlalu jauh, tapi yang bersangkutannya tidak menerima," terangnya.

Adapun setelah perbedatan yang terjadi, pemilik restoran akhirnya mau menutup tempat usahanya karena sudah melebihi peraturan pembatasan jam operasional.

Alasan pemilik usaha kata Abi, mengaku tidak pernah mendapatkan sosialisasi terkait adanya peraturan pembatasan jam operasional.

"Kalau pedagang mah begitu, ngomongnya pasti nggak tahu, kan ini mah serentak semuanya. Satpol PP kan bekerja semuanya, perintahnya dari Kasatpol dan Camat. Kita sudah sebarkan semuanya ga ada alasan nggak tahu," tegasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved