Antisipasi Virus Corona di DKI

LIPI: Sampah APD Cemari Muara Sungai Menuju Teluk Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Hasil penelitian, sampah medis di muara sungai yang menuju Teluk Jakarta mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap berunjuk rasa di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta, pukul 10.50 WIB, Kamis (22/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis hasil monitoring sampah alat pelindung diri (APD) semasa pandemi.

Hasil penelitian, sampah medis di muara sungai yang menuju Teluk Jakarta mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19.

Penelitian ini terangkum dalam jurnal Chemosphere berjudul 'Unprecedented plastic-made personal protective equipment (PPE) debris in river outlets into Jakarta Bay during COVID-19 pandemic'.

"Riset ini berhasil mengidentifikasi 7 tipe dan 19 kategori sampah menuju Teluk Jakarta melalui Sungai Marunda dan Cilincing di bulan Maret-April 2020," papar Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, M. Reza Cordova, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/1/2020).

Riset tersebut mencatat kehadiran sampah APD cenderung mencolok saat pandemi melanda.

Sampah-sampah seperti masker medis, sarung tangan, pakaian hazmat, pelindung wajah, serta jas hujan, banyak ditemukan di muara sungai yang menuju ke Teluk Jakarta, terutama dari aliran sungai Cilincing dan Marunda.

"Sampah APD tersebut menyumbang 15-16 persen dari sampah di kedua muara sungai, yaitu sebanyak 780 item atau 0,13 ton per harinya," jelas Reza.

Reza juga menambahkan, sebanyak 46-57 persen sampah yang ditemukan di muara sungai didominasi sampah plastik.

Jumlah sampah secara umum yang meningkat sebesar lima persen, namun mengalami penurunan berat sebesar 23-28 persen.

"Hal ini menguatkan indikasi perubahan komposisi sampah semasa pandemi, yaitu meningkatnya sampah berbahan plastik yang relatif lebih ringan," tuturnya.

Dengan adanya kondisi ini, para peneliti LIPI berharap peningkatan sampah APD di lingkungan mendorong perbaikan pengelolaan sampah medis yang bersumber dari rumah tangga.

Pasalnya, sambung Reza, sampah APD berpotensi meningkatkan beban pencemaran.

Baca juga: S Jadi TNI Gadungan Demi Nikahi Janda Kaya, Beraksi Sejak 2016

Baca juga: Dibuka Kembali, TMII Imbau Pengunjung Terapkan Protokol Kesehatan

Baca juga: Hyun Bin dan Son Ye Jin Pacaran: Ini 5 Fakta Menariknya

"Tidak menutup kemungkinan sampah tersebut menjadi tempat ‘penempelan’ mikroorganisme patogen dan bahan berbahaya bagi ekosistem perairan, serta melepas bahan aditif lainnya," jelas Reza.

Melengkapi penjelasan Reza, peneliti LIPI lainnya Intan Suci Nurhati menjelaskan, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, hasil riset ini bertujuan mengajak masyarakat turut berperan dalam menjaga kesehatan lingkungan.

"Menjaga kesehatan lingkungan, diri, dan keluarga sangat baik untuk dijadikan salah satu resolusi kita di tahun 2021," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved