Breaking News:

Kedelai Moreket, Produsen Tempe di Bekasi Naikan Harga Rp 500 Mulai Besok

Meroketnya harga kedelai membuat produsen tempe di Bekasi memutar otak, mereka berencana menaikan harga

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Produsen Tempe di Gang Mawar, Jalan RA Kartini, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi mulai produksi kembali setelah mogok selama tiga hari, Minggu (3/1/2021).  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Meroketnya harga kedelai membuat produsen tempe di Bekasi memutar otak, mereka berencana menaikan harga agar menutup operasional produksi dan menjaga ketersediaan stok di pasaran.

Seperti yang dilakukan Sa'ari (60), salah satu produsen tempe di Gang Mawar, Jalan RA. Kartini, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Pria yang sudah turun temurun mejadi produsen tempe ini mengaku, harga jual tempe diprediksi akan naik sekitar Rp500 dari yang sebelumnya dia jual Rp4.000 ke pedagang.

Baca juga: Sempat Mogok Tiga Hari, Produsen Tempe di Bekasi Mulai Produksi Lagi

Produsen Tempe di Gang Mawar, Jalan RA Kartini, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi mulai produksi kembali setelah mogok selama tiga hari, Minggu (3/1/2021). 
Produsen Tempe di Gang Mawar, Jalan RA Kartini, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi mulai produksi kembali setelah mogok selama tiga hari, Minggu (3/1/2021).  (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

"Dari kita paling naik 500 perak (Rp500) naiknya, barangnya (ukuran tempe) juga kita kecilin, enggak tahu pedagang mau apa enggak," kata Sa'ari saat dijumpai, Minggu (3/1/2021).

Permintaan tahu atau tempe kata dia, memang tidak pernah berhenti. Namun, harga bahan baku yakni, kacang kedelai yang kian mahal membuatnya terpaksa turut menaikkan harga jual.

"Sekarang kan kita kurangin, nanti kalau pembelinya bilang enteng (ringan) enggak kaya kemarin, tinggal bilang maaf memang lagu magal harga kedelainya," tuturnya.

Adapun sejumlah produsen tahu dan tempe sempat melakukan mogok produksi selama kurang lebih tiga hari, aksi ini sebagai bentuk protes kenaikan harga kedelai.

Sa'ari mengatakan, aksi mogok produksi kemarin merupakan kesepakatan bersama sesama pembuat tempe dan tahu di wilayah Jabodetabek. 

Produsen tempe di Gang Mawar, Jalan RA. Kartini, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Minggu (3/1/2021). 
Produsen tempe di Gang Mawar, Jalan RA. Kartini, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Minggu (3/1/2021).  (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Harga kedelai yang merupakan bahan baku membuat tahu tempe saat ini meroket, dari yang biasanya satu kuintal Rp700 ribu kini menjadi Rp930 ribu.

"Kedelainya mahal kita juga bingung, sekarang mau produksi lagi karena emang terpaksa udah tiga hari (mogok)," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved