Antisipasi Virus Corona di Bekasi

11.000 Tenaga Kesehatan di Kota Bekasi Bakal Disuntik Vaksin Tahap Satu

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, sebanyak 11.000 tenaga kesehatan (nakes) bakal disuntik vaksin tahap satu

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Posko Gugus Tugas Covid-19 Stadion Patriot Candrabhaga, Senin (19/10/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, sebanyak 11.000 tenaga kesehatan (nakes) bakal disuntik vaksin tahap satu yang dijadwalkan dimulai Januari 2021.

"Tadi kita sudah mendapatkan kabar vaksin baru pada orang-orang yang melayani kesehatan, sekitar 11 ribuan nakes, untuk masyarakat belum dapat dilakukan tahap satu ini," kata Rahmat di Stadion Patriot, Senin (4/1/2021).

Pria yang akrab disapa Pepen ini menambahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi sejauh ini masih melakukan persiapan sebelum kegiatan vaksinasi dilakukan.

"Kita lagi persiapkan, vaksin tidak bisa jalan sendiri. Ada alatnya, ada orangnya, dan ada fasilitasnya. Dinkes sudah ajukan persiapan vaksin bagi anggota nakes di Kota Bekasi," terang dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi Dezy Syukrawati mengatakan, secara rinci terdapat 11.983 nakes yang sudah terdata menjadi sasaran vaksin.

"Nah ini sekarang sedang diproses, nanti teknisnya akan seperti apa, kan teknisnya sudah ditentukan dari sananya (Kementerian Kesehatan)," terangnya. 

Data nakes yang menjadi sasaran vaksin kata dia, ditentukan oleh data yang dimiliki Kemenkes. Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini, tinggal menunggu arahan lanjutan untuk proses vaksinasi.

"Jadi gini, kementerian bukan mengambil data dari daerah, data diambil misalnya untuk nakes berarti sudah terdata di Kemenkes," ucapnya.

Kegiatan vaksinasi lanjut dia, dilakukan secara bertahap. Untuk agenda vaksinasi terhadap nakes diprioritaskan, baru selanjutnya dilakukan ke masyarakat umum.

"Jadi Januari - April (2021) tahap satu, nah nanti setelah dari situ akan masuk tahap 2, 3, dan 4 dengan sasaran yang berbeda," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved