Breaking News:

Voxpopuli Rilis Survei Respon Publik Terhadap Penangkapan Rizieq dan Pembubaran FPI

Pemerintah akhirnya melarang ormas Front Pembela Islam (FPI) untuk melakukan seluruh kegiatan.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Habib Rizieq Shihab saat diperiksa kesehatan oleh polisi di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah akhirnya melarang ormas Front Pembela Islam (FPI) untuk melakukan seluruh kegiatan.

Temuan survei yang dilakukan Voxpopuli Research Center menunjukkan publik merasa lega setelah Rizieq dihukum dan FPI dibubarkan.

Sebanyak 91,4 persen responden merasa tenang dan lega setelah pemerintah mengambil tindakan hukum terhadap Rizieq yang telah menimbulkan kerumunan di tengah wabah Covid-19.

Ketegasan pemerintah kembali diwujudkan dengan melarang segala bentuk kegiatan FPI.

Temuan survei yang dilakukan Voxpopuli Research Center menunjukkan publik merasa lega setelah Rizieq dihukum dan FPI dibubarkan.
Temuan survei yang dilakukan Voxpopuli Research Center menunjukkan publik merasa lega setelah Rizieq dihukum dan FPI dibubarkan. (ISTIMEWA)

Hanya sebagian kecil saja yang merasa tidak tenang dan lega pasca-penangkapan Rizieq dan pembubaran FPI, yaitu sebanyak 7,3 persen.

Sisanya masih ada responden yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (1,3 persen).

“Ketegasan pemerintah menindak Rizieq secara hukum dan melarang aktivitas FPI memberikan rasa tenang dan lega kepada publik,” kata Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center Dika Moehamad dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Selasa (5/1/2021).

Sebagaimana diketahui, kepulangan Rizieq ke Tanah Air langsung menyedot perhatian publik.

Terkini hasil temuan Komnas HAM soal insiden KM 50.

Polisi sendiri menyatakan terbuka dan transparan dalam investigas atas kejadian tersebut, dan melibatkan Komisi Nasional (Komnas) HAM.

Dika menjelaskan, publik merasa tindakan itu sudah tepat, ditambah dengan keputusan pemerintah melarang FPI sebagai ormas.

“Publik tidak sependapat dengan pendapat bahwa pelarangan ormas FPI tidak demokratis,” kata Dika.

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 26-31 Desember 2020, melalui telepon kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019.

Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved