Buron 2 Tahun, Pelaku Tawuran Maut di Jakarta Timur Kabur ke Jawa Tengah

Pelarian Rangga Abdullah (34), buron pelaku tawuran maut pada tahun 2018 silam berakhir saat tertangkap karena mencuri dompet pemilik Warkop.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rangga Abdullah (34) saat dihadirkan dalam ungkap kasus di Mapolrestro Jakarta Timur, Rabu (6/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pelarian Rangga Abdullah (34), buron pelaku tawuran maut pada tahun 2018 silam berakhir saat tertangkap karena mencuri dompet pemilik Warkop.

Setelah selamat dari amuk warga karena nyaris dibakar usai tertangkap mencuri di Jalan Soekanto, Kecamatan Duren Sawit, pada Minggu (3/1/2021) malam.

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur AKBP Imron Ermawan mengatakan Rangga kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dua tahun silam.

"Pada Juni tahun 2018 lalu pelaku terlibat tawuran dua kelompok, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Pulogadung. Dia selama dua tahun lari," kata Imron di Mapolrestro Jakarta Timur, Rabu (6/1/2021).

Kala kejadian dua tahun silam, Rangga bersama satu temannya membacok Samuel Sebastian Tampubulon yang jadi lawan kelompoknya hingga tewas.

Namun jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur saat itu hanya berhasil meringkus satu pelaku yang kini sudah divonis bersalah di Pengadilan.

Rangga Abdullah (34) saat dihadirkan dalam ungkap kasus di Mapolrestro Jakarta Timur, Rabu (6/1/2021).
Rangga Abdullah (34) saat dihadirkan dalam ungkap kasus di Mapolrestro Jakarta Timur, Rabu (6/1/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

"Tersangka kedua ini lari ketiga tempat, Jawa Tengah, lalu mondok lagi, sampai akhirnya kembali ke Jakarta Timur lalu ditangkap. Alhamdulillah setelah DPO dua tahun dapat," ujarnya.

Rangga sempat diamankan di Polsek Duren Sawit karena kasus pencurian pada Minggu (3/1/2021) lalu diserahkan ke Satreskrim Polrestro Jakarta Timur.

Imron menuturkan Rangga kini dijerat pasal 170 KUHP ayat 3 tentang penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian.

"Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Ini peringatan bagi pelaku tawuran, khususnya di Jakarta Timur. Bahwa walaupun berupaya melarikan diri tapi tetap tertangkap," tuturnya.

Sebelumnya Ani (38), pemilik Warkop di Jalan Soekanto yang dompetnya diambil mengatakan Rangga beraksi dengan modus berpura-pura jadi pembeli.

Kala Ani memalingkan pandangan untuk menyiapkan pesanan minuman dingin, Rangga mengambil dompet korban yang tergeletak dekat laci lalu kabur.

Setelah tertangkap warga depan satu SPBU di Jalan Soekanto Rangga sempat diamuk dan nyaris dibakar massa karena menolak mengaku sudah mencuri.

Baca juga: Bisa Segera Digunakan, Begini Kondisi Terbaru Lahan TPU Khusus Covid-19 di Rorotan

"Sempat ada yang teriak bakar begitu. Memang pas kejadian banyak orang, jadi sudah enggak terkendali lagi situasinya. Tapi untungnya ada polisi datang, jadi berhasil dicegah," kata Ani, Senin (4/1/2021).

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved