Breaking News:

Korban Mutilasi di Saluran Irigasi

Kuasa Hukum: Terdakwa Mutilasi di Bekasi Bukan Pengamen Manusia Silver

AYJ bekerja di salah satu toko elektronik spare part handphone di pusat perbelajaan Giant Mega Bekasi.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Maryani kuasa hukum terdakwa kasus mutilasi berinisial AYJ saat dijumpai di PN Kelas 1A, Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (5/1/2021).    

Bercak cat warna silver itu merupakan pilox yang sengaja disemprot tersangka menutupi bercak darah yang mengotori lantai usai menghabisi nyawa Donny Saputra (24).

Kasus pembunuhan yang dilakukan AYJ saat ini sudah memasuki tahap persidangan, pada Rabu (5/1/2021), PN Bekasi menggelar sidang perdana dengan agenda bacaan dakwaan.

Didakwa Pasal Berlapis

Sidang yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB ini, tetap menghadirkan terdakwa dengan cara virtual menggunakan layar yang terhubung secara daring.

Adapun posisi terdakwa berada rumah tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta.

Di ruangan sidang, hanya dihadiri hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), kuasa hukum dan pihak keluarga secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kuasa hukum terdakwa, Maryani mengatakan, agenda sidang perdana berisi bacaan dakawaan yang dilalukan JPU.

Baca juga: Curhat Kesulitan Ekonomi Chacha Serly kepada Iis Dahlia hingga Ungkapan Kesedihan Sang Adik

Baca juga: Sepekan Nginap Bareng 2 Pria, Ibu Muda Tak Bernyawa Usai Temui Tamu via Aplikasi: Jejak di Bantal

Baca juga: Sidang Perdana Kasus Mutilasi di Bekasi, AYJ Didakwa Pasal Berlapis

"Agenda sidang perdana ini tadi ada rekomendasi dari Bapas (Balai Permasyarakatan), lalu ada juga bacaan dakwaan," kata Maryani di PN Kelas 1A Bekasi.

Adapun dalam bacaan dakwaan JPU lanjut Maryani, AYJ didakwa pasal berlapis yakni, pasal 340 tentang pembunuhan berencana, pasal 338 tentang pembunuhan murni dan 365 tentang pencurian dengan kekerasan.

"Dakwaannya pasal 340, 338 dan 365 ayat 3 ancaman hukuman di atas tujuh tahun," kata Maryati.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved