Breaking News:

Majelis Hakim Pengadilan Depok Vonis Terdakwa Kasus Pencabulan di Rumah Ibadah 15 Tahun Penjara

Majelis Hakim memvonis terdakwa kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang pengurus rumah ibadah 15 tahun penjara

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
Kompas.com
Ilustrasi penjara 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Majelis Hakim memvonis terdakwa kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang pengurus rumah ibadah berinisial SPM terhadap sejumlah anak di Kota Depok, Jawa Barat, dengan kurungan penjara selama 15 tahun.

 “Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membujuk anak melakukan perbuatan cabul secara berlanjut,” kata Ketua Majelis Hakim, Nanang Herjunanto, saat memimpin persidangan yang digelar secara online di Pengadilan Negeri Depok , Cilodong, Rabu (6/1/2021).

“Pidana penjara 15 tahun dan denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan tiga bulan,” lanjutnya.

Menanggapi vonis ini, Kuasa Hukum para korban, Azas Tigor Nainggolan, mengatakan, bahwa putusan tersebut lebih tinggi dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca juga: Sidang Putusan Kasus Pelecehan Seksual Pengurus Rumah Ibadah di Depok Ditunda Sampai Tahun 2021

 “Putusannya 15 tahun. Saya melihat putusan Hakim sudah tepat karena hukuman maksimal sesuai Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014,” ujar Azas Tigor usai persidangan.

Menurutnya, keputusan ini sangat tepat bila mengingat angka kekerasan seksual kepada anak di Indonesia sangatlah tinggi.

 “Saya pikir ini putusan sudah tepat sudah pas sesuai dengan Undang-Undang. Nah ke depan memang karena angka kejahatan seksual pada anak itu masih tinggi di Indonesia harapannya ada revisi. Dengan PP Nomor 70 itu menunjukkan ada revisi untuk memutus rantai hukuman yang ada dalam sekarang di Undang-Undang masih terasa ringan makanya perlu direvisi,” ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved