Sisi Lain Metropolitan

Pulang Ke Rumah Coffee: Manfaatkan Barang Bekas untuk Ornamen Kedai, Punya Penghasilan Puluhan Juta

Pulang Ke Rumah Coffee diresmikan pada 28 Maret 2020, kedai ini manfaatkan barang bekas, punya penghasilan puluhan juta setiap bulannya.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Diah, owner Pulang Ke Rumah Coffee di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (7/1/2021). 

Di tengah pembicaraan, orang tuanya memberikan ia modal sebesar Rp 100 juta.

"Kalau Dian suka kopi, mama kasih modal awal untuk tabungan hidup dian. Ini terserah Dian pakai modal kerja, modal usaha atau apapun," kata Dian menirukan orang tuanya.

Baca juga: Cerita di Balik Nelayan Indonesia Hanyut ke Australia, Melaut di Cuaca Buruk Pakai Kapal Tradisional

Selanjutnya ia mengikuti pelatihan barista bertaraf Internasional di Bandung, Jawa Barat selama 5 hari.

"Pulang dari sana baru bangun Pulang Ke Rumah Coffee. Nama ini diambil supaya customer merasa seperti pulang ke rumah. Sebab di sini nuansanya seperti di Jawa, diperkampungan," jelasnya.

Pangkas budget

Setelah pembangunan selesai, Diah mengungkapkan budget yang dikeluarkam mencapai Rp 80 juta.

Sementara dari uang dari pemberian orang tuanya juga sudah dipakai untuk pelatihan barista sebesar Rp 5 juta.

nongkrongdi Pulang Ke Rumah Coffee di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (7/1/2021).
nongkrongdi Pulang Ke Rumah Coffee di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (7/1/2021). (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

"Jadi uang itu terpakai Rp 85 juta. Akhirnya sisa uangnya Rp 15 juta. Di situ peralatan kopi belum beli," jelasnya.

Diah pun memutuskan untuk membeli mesin kopi manual dan membeli mesin kopi secara bertahap.

Selanjutnya ia memutuskan untuk memanfaatkan barang bekas yang ada di rumahnya dan dari teman-temannya untuk ornamen di dalamnya.

Sehingga bagi Anda yang datang ke kedai ini akan melihat kursi khas Jawa, meja hingga ornamen lainnya dari pemanfaatan barang bekas, yang terpakai di rumah.

"Pangkas budgetnya ya dari pemanfaatan barang bekas. Jadi jendela, kulkas, meja, kursi hingga kursi khas Jawa yang ada di sini hasil dari barang-barang yang enggak dipakai di rumah," jelasnya.

Kendati begitu, ia Diah mengatakan omsetnya mengalami penurunan.

Baca juga: Pria di Tangerang Tewas Bersimbah Darah Tertancap Selang Infus, Terungkap Ini Penyebabnya

Dari penghasilan Rp 45 juta perbulan, menurun hingga 20 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved