Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

75 Persen Pegawai Pemkot Tangerang Selatan Kerja dari Rumah, Warga Diminta Awasi Kinerja PNS

Kebijakan kerja di rumah atau work from home (WFH) diterapkan Pemkot Tangsel kepada 75% pegawainya, warga diminta awasi kinernya PNS Pemkot Tangsel

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Bendera setengah tiang terpasang di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga 1, Ciputat, Tangsel, Kamis (12/9/2019). Kebijakan kerja di rumah atau work from home (WFH) diterapkan Pemkot Tangsel kepada 75% pegawainya, warga diminta awasi kinernya PNS Pemkot Tangsel 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Kebijakan kerja di rumah atau work from home (WFH) diterapkan Pemkot Tangsel kepada 75% pegawainya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidinan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel, Apendi, mengatakan, penerapan kebijakan WFH sebanyak 75% itu berlaku ketika Tangsel memasuki zona merah penularan Covid-19

Saat ini, Jumat (8/1/2021), berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Tangsel masih tergolong dalam zona merah.

"Kita kan sesuai dengan zonanya, kita 75% WFH, di kantor 25%. Kita sudah nerapin duluan, sejak edaran Menpan RB. Kita sudah berjalan, saya sudah keliling, semua 25%," ujar Apendi di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat.

Apendi pun selalu menekankan pentingnya protokol kesehatan kepada para pegawai abdi negara itu.

"Sekarang yang penting protokol kesehatan dijaga, termasuk masyarakat juga, kalau protokol kesehatannya dijaga, disiplin, kemudian makan yang bergizi, pikiran yang tenang, sisanya pasrahkan kepada Allah," ujarnya. 

Ia sudah berkeliling memantau para pegawai, dan masih ada yang membandel tidak mengenakan masker.

Baca juga: Ada Pelanggaran HAM dalam Tewasnya Laskar FPI Oleh Aparat, Polri: Kami Hargai Hasil Investigasi

Baca juga: Komnas HAM Umumkan Hasil Investigasi Tewasnya Laskar FPI di Tol Japek: Ada Pelanggaran HAM

"Jangan tadi saya keliling ada yang enggak pakai masker, di kantong. Kita bagaimana mendisiplinkan kawan-kawan lah," ujarnya.

Terkait pengawasan kinerja pegawai yang kerja di rumah Apendi tidak menyebutkannya secara jelas.

Ia justru meminta warga untuk mengawasinya.

Jika melihat ada PNS atau pegawai Pemkot Tangsel yang asyik keluyuran di jalan agar segera melaporkan kepada dirinya atau langsung ke Wali Kota Airin Rachmi Diany

"Makanya kita kalau ada teman-teman keluyuran ya sampaikan kepada saya. Kalau ada PNS pada jalan-jalan ya laporkan, ya kepada kita kepada wali kota silakan saja," ujarnya. 

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel, Apendi di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Senin (21/9/2020).
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel, Apendi di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Senin (21/9/2020). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Sebagai informasi, kebijakan WFH 75% juga dicanangkan pemerintah pusat untuk wilayah Jawa-Bali, karena melihat tingginya sumbangan penularan Covid-19 di wilayah itu.

Kebijakan bertajuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan itu berlaku pada 11-25 Januari 2020.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved